Mengenang Soe Hok Gie
Soe Hok Gie dan Romantisme Aktivis Masa Lalu
Kaum Hawa mengenalnya sebagai sosok yang romantis. Sisi romantisnya berwujud tindakan sampai bait puisi.
Sikap itu membuat banyak kaum Hawa nyaman bersahabat hingga menjalin hubungan istimewa dengan Gie.
Hubungan Gie dengan Nurmala Kartini Pandjaitan, misalnya.
Wanita yang akrab disapa Ker ini diketahui memiliki hubungan sangat dekat dengan Gie.
Kala itu Gie berusia 26 tahun, sedang Ker masih berusia 18 tahun.
Perbedaan usia, apalagi status – Gie sebagai asisten dosen dan Ker mahasiswa—tak menghalangi keakraban keduanya.
Ker banyak belajar terkait kehidupan kemahasiswaan dari Gie.
Baginya, Gie adalah mentor dalam segala hal. Politik, musik, sastra, hingga perfilman.
Adik dari Luhut Binsar Pandjaitan ini pun menjadi teman naik gunung Gie.
Mereka sering naik gunung bersama Mapala UI. Aktivitas naik gunung itu kemudian mendekatkan keduanya.
Baca juga: Sejarah 18 Desember 1878: Diktator Uni Soviet Joseph Stalin Lahir
Lebih lagi, Ker –yang dalam buku Catatan Seorang Demonstran namanya disamarkan menjadi Sunarti-- sering kali gelisah saat naik gunung.
Kemudian, Gie mulai mengambil peran sebagai orang terdekat Ker. Ia memeluk Ker dan menenangkannya dengan suara tenang.
“Semakin lama aku merasa semakin dekat dengan Hok Gie. Kalau satu hari saja aku tidak berjumpa, pasti akan kucari atau aku bertanya-tanya pada teman-teman di mana Hok Gie. Tanpa melihat, bertemu atau mengobrol dengan dia aku merasa ada yang kurang dari hariku di kampus."
"Kalau dibilang aku naksir atau jatuh cinta, rasanya tidak juga. Seingatku, mataku masih jelalatan ke mana-mana. Hok Gie bagiku adalah sesuatu yang harus ada dalam keseharianku.”
“Ibarat makanan, Hok Gie adalah roti bagiku. Itu saja. Dia adalah tempatku curhat. Semua isi perutku selalu kuceritakan pada Hok Gie. Kekesalanku pada bapak, kesedihanku melihat mama yang kuanggap kadang terlalu mengalah menghadapi suami, para keluarga yang hanya menonton episode sedih sebuah rumah tangga tanpa ada upaya sungguh-sungguh menyelesaikan, kekolotan keluarga yang tidak ada dasarnya, dan atau kalau aku lagi rada naksir seseorang pasti aku ceritakan,” cerita Nurmala Kartini Pandjaitan dalam bukunya Rumah Janda (2014).
Apapun yang dikisahkan oleh Ker, Gie selalu berusaha menjadi pendengar yang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/soe-hok-gie.jpg)