Rabu, 13 Mei 2026

Sejarah

[MELAWAN LUPA] Marthen Indey, Pemuda Papua yang Jadi Polisi

Siapa yang tidak kenal dengan Marthen Indey? Yah, dia adalah pemuda Papua yang pernah menjadi polisi dan menjadi wakil komandan.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Pahlawan nasional RI asal Papua, Marthen Indey. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Siapa yang tidak kenal dengan Marthen Indey? Yah, dia adalah pemuda Papua yang pernah menjadi polisi dan menjadi wakil komandan jaga di kamp pembuangan Tanah Merah, Boven Digoel.

Indey juga ikut dalam orang-orang pembuangan ke Australia. Akibat keterlibatannyam Indey menjadi orang yang didengar oleh masyarakat Papua lainnya yang tergabung dalam Batalyon Papua.

Selama di Australia, Indey dan kawan-kawannya dilatih terjun payung oleh tentara sekutu.

Selama jadi tentara sekutu, Indey pernah ikut pasukan payung di Kotabaru, Biak-Numfor, Wandeman, juga Admiralty.

Baca juga: Tugu Marthen Indey Jadi Bukti Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI di Papua

Pada 1944, pangkatnya mencapai kopral.

Menurut Rosmaida Sinaga yang dikutip dari Jejak Kebangsaan: Kaum Nasionalis di Manokwari dan Boven Digoel, Indey dijadikan satu diantara pelatih anggota Batalyon Papua yang dibentuk akhir tahun 1944.

Masa Muda

Marthen Indey lahir di Doromena, Papua, 16 Maret 1912. 

Nama kelahirannya adalah Soroway Indey, sebelum akhirnya ia dibaptis menggunakan nama Marthen.

Ayahnya adalah seorang pemimpin desa adat atau Ondoafi.

Di awal kehidupannya, Indey sangat dipengaruhi oleh seorang misionaris Ambon yang dikirim Belanda untuk menyebarkan agama Kristen di New Guinea. 

Ia adalah Johannes Bremer. 

Indey bersama dengan beberapa saudaranya menghabiskan sebagian masa kecil mereka bersama dengan keluarga Bremer di Ambon. 

Saat duduk di bangku sekolah dasar, Indey meningkatkan penguasaan bahasa Melayunya. 

Saat itu, bahasa Melayu bukanlah menjadi bahasa umum yang digunakan di banyak bagian timur Hindia. 

Baca juga: Maknai Hari Sejarah Nasional, Arkeolog Papua Minta Gen-Z Teladani Nilai Leluhur

Pada 1926, Indey berhasil menyelesaikan sekolahnya. 

Kemudian ia melanjutkan di sekolah Angkatan Laut di Makassar, yaitu Kweekschool voor Indische Schepelingen. 

Ia pun lulus dari sekolah tersebut pada 1932. 

Setelah menjalankan tugas pelayaran pertamanya, Indey memutuskan meninggalkan karier angkatan lautnya.

Ia menjadi perwira polisi. Pada 1934, ia pun mendaftar di akademi polisi di Sukabumi, Jawa Barat.

Ia menyelesaikan pelatihannya sampai pada 1935.

Baca juga: Jadi Narasumber di Lemhanas RI, Steve Mara Paparkan Sejarah Konflik Papua 

Sejarah Batalyon Papua

Batalyon Papua adalah satuan militer pribumi Papua yang dibentuk Amerika Serikat dalam komando tentara sekutu untuk menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik.

Menurut Jenderal A H Nasution dalam bukunya "Tentara Nasional Indonesia Volume 1" menulis Batalyon Papua beranggotakan para gerilyawan dari suku-suku Papua untuk melawan Angkatan Laut Jepang di pesisir Papua.

Setelah 1945 ketika orang-orang dan unit militer Amerika yang membangun Batalyon Papua pulang kampung, pasukan Batalyon Papua dijadikan bagian dari KNIL. Setelah berperang melawan pihak Indonesia hingga 1949, tahun 1950 KNIL pun bubar.

Dikutip dari laman Tirto.id, Jan Pieter Karel van Eechoud, komandan Batalyon Papua sebelum jadi penduduk Papua, menyatakan bahwa orang-orang Batalyon jadi besar kepala dan sulit diatur.

Mereka dituduh orang Belanda sebagai orang-orang gampang tergoda kemewahan serta mudah kepincut perasaan anti-Belanda.

Di antara bekas anggota Batalyon Papua yang anti-Belanda dan pro-Indonesia adalah Marthen Indey.

Baca juga: Apa itu Kolonialisme?: Pengertian, Latar Belakang dan Hubungan Imperialisme

Bersama Corinus Crey dan Silas Papaer, Indey memengaruhi anggota Batalyon untuk berontak.

Rencana memberontak ini bocor karena ada salah satu anggota Batalyon yang melapor kepada otoritas Belanda.

Pasukan Belanda dari Rabaul, sebuah kota di provinsi Papua Nugini, didatangkan sehingga Indey dan Papare ditahan.

IKON BERSEJARAH - Tampak sosok Marthen Indey yang diabadikan dalam sebuah patung, yang terletak di pusat Kota Jayapura tepatnya di Jalan Koti Nomor 1 Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.
IKON BERSEJARAH - Tampak sosok Marthen Indey yang diabadikan dalam sebuah patung, yang terletak di pusat Kota Jayapura tepatnya di Jalan Koti Nomor 1 Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Pahlawan Nasional

Sosok pahlawan nasional RI asal Papua, Marthen Indey diabadikan dalam bentuk patung di Kota Jayapura, yang menjadi bukti sejarah perjuangannya mengusir penjajah.

Tugu Marthen Indey terletak di Jalan Koti Nomor 1 Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.

Tugu Marthen Indey ini diresmikan pada tanggal 15 Januari 2016, oleh Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

Dari tugu tersebut, secara fisik menampilkan sosok patung pahlawan nasional RI asal Papua yakni Marthen Indey dengan berpakaian seragam tentara lengkap.

Baca juga: Kantor Gubernur Papua Tidak Dibongkar, Jubir: Hanya Renovasi Catatan Sejarah Papua

Tampak visual dari patung Marthen Indey tersebut, pada tangan kirinya mengenggam bendera merah putih, dan tangan kanannya menenteng senjata.

Patung Marthen Indey dominan berwarna hijau pada seragam tentara yang dikenakan, dan kuning untuk warna tangan dan wajahnya.

Raut wajah Marthen Indey yang ditampilkan pada patungnya tersebut, ialah ekspresi gagah berani dengan penuh semangat patriotik membela tanah air.

Di bagian bawah patung tersebut, juga teramati beberapa orang pemuda Papua yang mengarak figur Marthen Indey.

Selain tugu, terdapat juga taman yang mengelilingi tugu Marthen Indey tersebut dan dilengkapi dengan air mancur, serta relief khas ukiran Papua.

Tugu dan taman Marthen Indey ini dibuat oleh Pemerintah Kota Jayapura, untuk mengenang tanda jasa dan perjuangan pahlawan nasional RI di Bumi Cenderawasih.

Selain patung ataupun tugu, nama Marthen Indey juga diabadikan pada sebuah rumah sakit TNI Angkatan Darat, bernama Rumah Sakit Marthen Indey, yang terletak di Kelurahan Trikora Aryoko Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved