Jumat, 10 April 2026

Budaya

Ritual Lompat Banteng di Ethiopia, Tanda Kesiapan Pria Menikah Empat Kali

Lompat banteng merupakan ritual kuno di barat daya Ethiopia yang membuktikan bahwa seorang pria siap untuk membangun keluarga sendiri.

Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Roy Ratumakin
intisari.grid.id
Ritual lompat banteng suku Hamer di Ethiopia. Empat kali pria bisa melompat banteng, maka dia dibolehkan menikahi wanita idamannya empat kali. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Paul Tambunan

TRIBUN-PAPUA.COM - Lompat banteng merupakan ritual kuno di barat daya Ethiopia yang membuktikan bahwa seorang pria siap untuk membangun keluarga sendiri.

Suku Hamer, di wilayah ini, satu-satunya hal yang menghalangi antara seorang anak laki-laki dan untuk dia menjadi seorang pria dewasa adalah ternak, tentu saja secara harfiah.

Inilah perjalanan yang dilakukan anak-anak muda Hamer untuk menjadi seorang pria.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Minggu 9 Januari 2022: Taurus Nikmati Hari, Scorpio Sembuhkan Rasa Takut

Orang-orang Hamer tinggal di Lemah Omo, Ethiopia, yang membentang dari Sungai Omo ke Danau Chew Bahir di barat daya Ethiopia.

Selama beberapa generasi, masyarakat Lembah Omo telah menjalani kehidupan tradisional.

Sebagian besar anggota suku Hamer adalah penggembala. Itulah sebabnya ternak memegang tempat yang signifikan dalam budaya merek.

Sejak usia dini, anak-anak diajari bertani dan memelihara ternak.

Sebagai remaja, anak laki-laki Hamer harus melalui ritus peralihan untuk disebut seorang pria dan menikah.

Ritual ini untuk menguji keberanian dan keberanian anak-anak muda.

Mampu menaklukkan rasa takut dan menyelesaikan tugas di depan merupakan pelajaran yang harus dipelajari untuk menjadi seorang pria, ini juga waktu mereka untuk mencoba mengalahkan banteng.

Ritual yang biasanya dilakukan pada bulan Oktober atau November, dilakukan dengan berlari dari belakang tujuh atau sepuluh ekor banteng empat kali tanpa jatuh.

Baca juga: Yohana Anggaibak Takut Budaya Merajut Noken dan Pakaian Adat Amungme Hilang

Penduduk setempat mengklaim ritual kuno ini telah dipraktekkan selama lebih dari tiga abad.

Anak tertua dari sebuah keluarga harus melalui ritus peralihan sebelum adik-adiknya mengikutinya.

Sang ayah, atau pamannya bila ayahnya tidak ada, memutuskan kapan anak laki-laki tertua siap untuk lompat banteng.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved