Jumat, 5 Juni 2026

Info Merauke

BBKSDA Papua Lepasliarkan 320 Satwa Saat Puncak Peringatan Hari Lahan Basah

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, melepasliarkan 320 satwa pada puncak peringatan hari Lahan Basah Sedunia, Rabu (2/2/2022).

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
HARI LAHAN BASAH - BBKSDA Papua bersama Wakil Bupati Merauke H Riduwan, saat melepasliarkan spesies Ikan Arwana Irian di perairan Rawa Biru Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke Papua, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, melepasliarkan 320 satwa pada puncak peringatan hari Lahan Basah Sedunia, Rabu (2/2/2022).

Pelepasliaran tersebut berlangsung di Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, yang masih masuk dalam Taman Nasional Wasur Merauke.

Baca juga: Kepala BBKSDA Papua Sebut Lahan Basah Bernilai Vital Bagi Mahkluk Hidup

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com, rincian satwa yang dilepasliarkan ialah 300 ekor arwana irian (Scleropages jardinii) yang merupakan hasil penyisihan kuota tangkap tahun 2021.

Kemudian, 9 ekor kura-kura papua leher panjang (Chelodina novaeguineae), hasil translokasi dari DKI Jakarta tahun 2021, serta 3 ekor soa payung (Chlamydosaurus kingii), dan 8 ekor kadal lidah biru (Tiliqua gigas) translokasi dari Sumatera Selatan tahun 2021.

Dokter hewan BBKSDA Papua, drh Widya Bharanita Darmanto, menyatakan satwasatwa translokasi, dalam kondisi siap dilepasliarkan kembali ke alam.

Satwa-satwa tersebut, telah menjalani proses habituasi di kandang transit Buper Waena, dengan pemantauan secara berkala.

Terkait Arwana Irian, alam menyediakannya sebagai bagian penting kekayaan keanekaragaman hayati di perairan selatan Papua, khususnya Merauke.

Baca juga: BTNW Apresiasi Warga Serahkan Unggas Jenis Kasuwari Gelambir

Wilayah tersebut memiliki lahan basah yang terhampar luas, dan merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Wasur.

Di garis waktu, arwana irian telah mengalami perjalanan panjang, mulai dari perannya memenuhi kepentingan tradisional di masa lalu, hingga komersial di era modern.

Dulu, masyarakat yang bermukim di sekitar habitat Ikan Arwana Irian hanya memanfaatkannya, untuk konsumsi dan upacara adat tertentu.

"Sebagaimana kita tahu, pemanfaatan sumber daya secara tradisional biasanya bersifat alamiah dan tidak mengganggu populasi di alam," katanya.

Baca juga: Covid-19 Menyebar, Ini Saran PT LIB ke Klub Peserta Liga 1

Namun, waktu berlalu dan era berganti. Arwana Irian telah menjadi komoditas yang cukup menjanjikan.

Sampai titik ini, kiranya perlu kebijakan pemanfaatan Arwana Irian oleh masyarakat, agar tetap terjamin kelestariannya di alam.

"Menyisihkan kuota tangkap setiap tahun untuk dilepasliarkan, menurut saya ini bagian dari kebijakan pemanfaatan Arwana Irian, demi menjamin kelestariannya di alam," tambah Edward.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved