Info Merauke
BBKSDA Papua Lepasliarkan 320 Satwa Saat Puncak Peringatan Hari Lahan Basah
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, melepasliarkan 320 satwa pada puncak peringatan hari Lahan Basah Sedunia, Rabu (2/2/2022).
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Lebih dari itu, Edward menjelaskan bahwa, masyarakat adat sebenarnya, telah memiliki banyak nilai luhur atau kearifan dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Sejauh ini dikatakannya, nilai-nilai tersebut sangat mendukung kegiatan konservasi.
Kearifan lokal terkait sasi dan totem, misalnya, merupakan contoh nilai-nilai konservasi yang berkembang di kalangan masyarakat adat dan telah diterapkan sejak zaman nenek moyang.
"Saya selalu hormat terhadap nilai-nilai itu, yang merupakan khazanah negeri kita dan terbukti, sanggup menjaga alam sampai sekarang," kata Edward.
Baca juga: Omicron Sasar Anak-anak, Epidemiolog Sarankan PTM Dihentikan
Sejauh ini, diutarakannya nilai sasi dikenal cukup luas oleh kelompok-kelompok masyarakat adat di Papua.
"Sasi adalah larangan memanfaatkan sumber daya di suatu wilayah adat tertentu dalam jangka waktu tertentu," tandasnya.
Menurut Edward, sasi termasuk pola yang efektif dalam mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Di sisi lain, totem memiliki daya tarik khusus, baik sebagai nilai konservasi maupun nilai adat.
Baca juga: Sweeping di Kota Jayapura Kembali Dilakukan Pasca-angka Covid-19 Naik
Peluangnya cukup tinggi bila dikelola menjadi bagian pendukung pariwisata minat khusus di area lahan basah Merauke yang indah tiada tara.
"Kata totem sendiri, sangat menarik perhatian, seperti dongeng purba dari antah-berantah yang tersesat di zaman modern," katanya.
Menutup pernyataannya, Edward menyampaikan seruan agar setiap indvidu dapat berperan aktif, menjaga sumber daya alam Papua, sebelum menjadi kenangan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/02022022-bbksda_papua.jpg)