ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Barat Terkini

Jenazah Korban Kebakaran Double O Sorong Teridentifikasi, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberatnya

Keluarga korban, Eda Doodoh meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum seberat-beratnya para pelaku.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Jenazah Ridwan Doodoh Korban Terbakar Double O Sorong saat di bawah ke rumah duka(Maichel KOMPAS.com) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah Ridwan Doodoh (38), satu dari 17 korban pembakaran Double O Club Sorong, tiba di rumah duka di Jalan Bhasuki Rahmat KM 8 Kota Sorong, Papua Barat.

Sebelumnya, jenazah Ridwan Doodoh (38) berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri dan Dokkes Polda Papua Barat pada Rabu (2/2/2022).

Istri dan kedua anaknya tak menyangka ayah mereka meninggal dengan tragis di tengah bentrokan maut tersebut.

Keluarga korban, Eda Doodoh meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum seberat-beratnya para pelaku.

Baca juga: Hasil Olah TKP Double O Sorong, Polisi: Bangunannya Tak Punya Jalur Evakuasi dan Tangga Darurat

Baca juga: Beroperasi Tanpa Izin, Manajemen Double O Sorong Segera Dipanggil Satgas Covid-19

"Kami keluarga sedih, kami tidak tahu mau minta keadilan di mana lagi. Kami percaya di negara ini ada hukum yang ditegakkan, para pelaku dihukum seberat-beratnya karena kami sangat sedih dengan kejadian ini," ujar Eda saat ditemui wartawan di rumah duka, Rabu. 

Eda mengaku tak pernah membayangkan Ridwan meninggal akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, ia bersyukur karena jenazah Ridwan akhirnya teridentifikasi di hari kedelapan. 

"Ini sesuatu yang sangat menyedihkan.Kami bayangkan kematian yang wajar, tapi ini memang sesuatu yang tidak wajar dan menyakiti kami sekeluarga," tuturnya.

Eda mengungkapkan, Ridwan masih sempat berkomunikasi dengan istrinya saat mengantarkan tamu ke Double O. Namun insiden itu kemudian terjadi.

Menurutnya, Ridwan dikenal sebagai sosok yang baik dan pekerja keras serta penyayang bagi istri dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

"Kami berharap di Kota Sorong tidak ada lagi tindakan anarkis seperti ini. Kami ingin Kota Sorong menjadi kota yang damai, kota yang dicintai banyak orang," ucapnya.

Baca juga: 12 Orang Masuk DPO Pembakaran Double O Sorong, Polisi: Perannya Banyak

Peristiwa pembakaran Double O Sorong diketahui menewaskan 17 orang yang mayoritas adalah pekerja di dalamnya.  Salah satu korban tewas merupakan DJ Indah Cleo. 

Pembakaran tempat karaoke itu bermula dari bentrokan antarwarga di wilayah tersebut.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluarga Korban Kebakaran Double O Sorong: Kami Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved