Kesehatan
Beberapa Komplikasi Keguguran Ketika Hamil Muda, Salah Satunya Terjadi Infeksi
Keguguran merupakan suatu resiko yang bisa terjadi dalam setiap kehamilan.Kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda-tanda keguguran.
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Keguguran merupakan suatu resiko yang bisa terjadi dalam setiap kehamilan.
Kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda-tanda keguguran.
Dengan mendeteksi gejala keguguran sedini mungkin, ibu hamil bisa mendapatkan penanganan dan resiko kematian pada janin dapat dtekan.
Baca juga: Film Si Tikam Polisi Noken Bakal Tayang Perdana Serentak di Bioskop
Gejala yang bisa dideteksi saat mengalami keguguran adalah keluar flek hingga mengalami pendarahan.
Flek yang terjadi sama dengan flek saat menstruasi.
Definisi dari flek adalah keluarnya darah minimal yang berwarna coklat atau merah.
Baca juga: Begini Cara Menentukan Infeksi Omicron Menurut Kemenkes
Ketika mengalami pendarahan akan keluar jaringan atau hasil konsepsi.
Pendarahan atau keluarnya jaringan disertai dengan rasa mulas.
Kram pada perut bagian bawah dan dirasa kram seperti kontraksi biasa sampai ibu hamil mengalami kesakitan.
Selain itu, ketika sudah mulai terjadi infeksi, maka akan muncul demam tinggi.
Komplikasi keguguran saat hamil muda antaralain:
- Resiko pendarahan
Saat terjadi pendarahan, maka pasien bisa mengalami anemia.
Baca juga: Polres Keerom Gelar Vaksinasi Perdana Pada Anak Usia 6-11 Tahun
Pasien yang mengalami anemia pasti pasien akan merasa lemas, tidak betenaga, mudah lelah, dan sering timbul infeksi.
Terjadinya infeksi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kehamilan.jpg)