Kesehatan
Beberapa Komplikasi Keguguran Ketika Hamil Muda, Salah Satunya Terjadi Infeksi
Keguguran merupakan suatu resiko yang bisa terjadi dalam setiap kehamilan.Kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda-tanda keguguran.
Saat terjadi infeksi, pasien akan mengalami demam tinggi.
Baca juga: KKB Papua Lukai Prajurit TNI di Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan: Proses Hukum Tetap Jalan
Pasien yang mengalami demam tinggi resikonya bisa mengalami syok.
Jika keguguran tidak ditangani dengan baik, akan meninggalkan sisa di dalam rahim pasien.
Aapbila meninggalkan sisa, maka akan menimbulkan resiko-resiko lain yaitu akan sulit untuk kehamilan berikutnya, vagina mengalami bau yang tidak sedap, darah tidak pernah berhenti.
Sisa yang dimaksud adalah sisa jaringan atau disa kehammilan.
Baca juga: Arteria Dahlan Lolos Kasus Bahasa Sunda, Apa Itu Hak Imunitas?
Misalkan pada usia kehamilan 12 minggu, bayi dan plasenta sudah keluar ternyata terdapat selaput yang masih didalam rahim.
Selaput itulah yang menimbulkan bau menyengat dan resiko infeksi.
Untuk mengatasi seseorang yang telah keguguran:
Segeralah kontrol di fasilitas kesehatan apabila kehamilan mengalami pendarahan walaupun itu sedikit.
Baca juga: Butuh Sinergi, Begini Cara Cegah Bullying di Sekolah
Maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteki apakah ancaman keguguran, sudah mengalami keguguran atau perdarahan yang normal.
- Penanganan pertama saat mengalami perdarahan, harus segera bedrest atau tidur dan jangan banyak aktivitas.
- Konsultasikan dengan dokter kandungan. (Sumber : TribunHealth.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kehamilan.jpg)