Senin, 27 April 2026

Kesehatan

Beberapa Komplikasi Keguguran Ketika Hamil Muda, Salah Satunya Terjadi Infeksi

Keguguran merupakan suatu resiko yang bisa terjadi dalam setiap kehamilan.Kondisi ini bisa dicegah dengan mendeteksi tanda-tanda keguguran.

Editor: Maickel Karundeng
Pixabay.com
ilustrasi ibu yang mengalami infeksi saat kehamilan 

Saat terjadi infeksi, pasien akan mengalami demam tinggi.

Baca juga: KKB Papua Lukai Prajurit TNI di Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan: Proses Hukum Tetap Jalan

Pasien yang mengalami demam tinggi resikonya bisa mengalami syok.

Jika keguguran tidak ditangani dengan baik, akan meninggalkan sisa di dalam rahim pasien.

Aapbila meninggalkan sisa, maka akan menimbulkan resiko-resiko lain yaitu akan sulit untuk kehamilan berikutnya, vagina mengalami bau yang tidak sedap, darah tidak pernah berhenti.

Sisa yang dimaksud adalah sisa jaringan atau disa kehammilan.

Baca juga: Arteria Dahlan Lolos Kasus Bahasa Sunda, Apa Itu Hak Imunitas?

Misalkan pada usia kehamilan 12 minggu, bayi dan plasenta sudah keluar ternyata terdapat selaput yang masih didalam rahim.

Selaput itulah yang menimbulkan bau menyengat dan resiko infeksi.

Untuk mengatasi seseorang yang telah keguguran:

Segeralah kontrol di fasilitas kesehatan apabila kehamilan mengalami pendarahan walaupun itu sedikit.

Baca juga: Butuh Sinergi, Begini Cara Cegah Bullying di Sekolah

Maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteki apakah ancaman keguguran, sudah mengalami keguguran atau perdarahan yang normal.

- Penanganan pertama saat mengalami perdarahan, harus segera bedrest atau tidur dan jangan banyak aktivitas.

- Konsultasikan dengan dokter kandungan. (Sumber : TribunHealth.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved