Kesehatan
Jika Tak Ditangani, Stroke Iskemik Bisa Picu Kerusakan Otak Permanen
Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling umum. Penyakit ini terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah dan oksigen ke otak.
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling umum.
Penyakit ini terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah dan oksigen ke otak.
Gumpalan darah ini biasanya terbentuk di area di mana arteri telah menyempit atau tersumbat dari waktu ke waktu oleh timbunan lemak yang dikenal sebagai plak.
Baca juga: Muhammad Musaad: Rencana Induk Otsus Tahap II Penting untuk Melihat Capaian
Stroke iskemik juga disebut sebagai iskemia otak dan iskemia serebral, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, Selasa (8/2/2022).
Jika sirkulasi darah tidak dipulihkan dengan cepat, kerusakan otak bisa permanen.
Sekitar 87 persen dari semua stroke adalah stroke iskemik.
Baca juga: Aktivis Perempuan Papua Memaknai Valentine Day: Pengorbanan Menghargai Hak Setiap Orang
Menurut Healthline, gejala awal stroke iskemik meliputi:
- Masalah penglihatan
- Kelemahan atau kelumpuhan pada anggota tubuh
- Pusing
- Kebingungan
- Kehilangan koordinasi
- Wajah terkulai di satu sisi.
Salah satu kecacatan yang paling sering terjadi akibat stroke adalah kelumpuhan atau ketidakmampuan suatu otot atau sekelompok otot untuk bergerak.
Pergerakan otot dipicu oleh pesan yang dikirim dari otak yang mengontrolnya.
Baca juga: Ini Alasan Timnas Indonesia Batal Ikut Piala AFF U23 2022
Pertukaran instruksi antara otak dan otot dapat terpengaruh sebagai akibat dari stroke sebagai bagian dari fungsi otak yang berhenti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/dampak-stroke-terhadap-otak.jpg)