Covid 19
Tak Sama seperti Covid-19, Berikut Ini 6 Gejala Varian Omicron pada Kulit
Infeksi omicron tampaknya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya.
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Infeksi omicron tampaknya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya.
Bahkan, banyak dari mereka yang terinfeksi tidak akan menunjukkan gejala sama sekali, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk.
Tetapi banyak orang yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka menyebarkan Covid-19 karena mereka gagal menemukan enam tanda virus yang kurang diketahui.
Sebelumnya, gejala virus corona meliputi batuk terus-menerus, kehilangan penciuman atau rasa, atau suhu tinggi.
Baca juga: Utang ke Rentenir Rp 20 Juta Jadi Rp 100 Juta, Pasutri Ajak Anak Curi Motor untuk Melunasinya
Meskipun NHS menyatakan hal tersebut masih merupakan gejala utama Covid, data baru menunjukkan Omircon menghasilkan gejala yang mirip dengan flu biasa, seperti pilek, sakit kepala, atau merasa lelah.
Studi ZOE Covid telah membantu menemukan lebih banyak gejala daripada yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Mereka yang positif strain omicron semakin banya yang melaporkan enam kondisi kulit ini.
Jari kaki covid
Meskipun gejala ini tidak terdaftar di situs web NHS, "covid toes" telah menjadi gejala yang diketahui dari virus selama beberapa waktu.
Biasanya gejala ini dilaporkan oleh mereka yang terinfeksi pendahulu omicron, yakni varian alpha.
Baca juga: Kemendikbudristek Apresiasi Medco Papua Group Terima Peserta Program Beasiswa Magang
Jari kaki bisa tampak merah, ungu, meradang atau terkadang dengan ruam.
Kondisi kulit ini bisa terasa perih dan gatal, disertai lepuh dan bengkak.
Bibir pecah-pecah atau sakit
Karena gejala omicron semakin dikaitkan dengan flu, tidak mengherankan jika banyak yang melaporkan bibir pecah-pecah atau sakit.
Kulit kering
Para ahli di CovidSkinSigns mengatakan banyak warga Inggris telah melaporkan kulit kering yang dapat dibandingkan dengan eksim di leher dan dada mereka.
Baca juga: Shin Tae-yong: Kondisi Timnas U-23 Indonesia Jadi yang Terburuk Selama Saya Melatih
Mereka menyatakan: "Ruam ini muncul di leher dan di bagian depan dada di tempat yang terkena sinar matahari."
"Biasanya cukup merah muda dan sangat gatal. Itu bisa muncul kapan saja selama atau setelah infeksi dan biasanya berlangsung lama."
Biang keringat
Satu tanda telah dikaitkan dengan biang keringat.
Ruam ini biasanya mencakup area kecil meskipun dapat muncul di bagian tubuh mana saja.
Baca juga: Jika Tak Ditangani, Stroke Iskemik Bisa Picu Kerusakan Otak Permanen
Biasanya biang keringat ditemukan di tangan, kaki, dan siku.
Ruam ini terlihat bergelombang dan terasa gatal, serta bisa berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Ruam gatal-gatal
Tanda lain tampaknya adalah jenis ruam yang muncul sebagai tonjolan di kulit.
Ini telah dibandingkan dengan ruam gatal-gatal.
Ruam Chilblain style
Satu gejala telah dibandingkan dengan chilblains.
Baca juga: Batal Ikut Piala AFF U23, Kondisi Kesehatan Shin Tae-yong Sedang Tak Baik
Ruam ini menghasilkan bercak-bercak nyeri berwarna ungu atau merah yang dapat menonjol pada kulit.
Seringkali orang yang lebih muda melaporkan gejala ini.
Kondisi kulit ini tidak dianggap gatal. (Sumber : TribunHealth.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-omicron-varian-baru-dari-covid-19.jpg)