Info Merauke

Sukses Cetak Bibit Unggul OAP, Sekolah Restorasi Kembali Buka Pendaftaran di Merauke

Sekolah restorasi mengajarkan berbagai materi di antaranya, bidang kepemimpinan, jurnalistrik, kewirausahaan, teknik lobi dan negosiasi serta lainnya.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Tim Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah bersama Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji pose bersama peserta sekolah restorasi gelombang pertama di Taman Wisata Wasur Merauke. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Sekolah restorasi program Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah sukses mencetak bibit unggul Orang Asli Papua (OAP) di Selatan Papua; Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi. 

Gelombang pertama sekolah restorasi periode Januari - Desember 2021 resmi ditutup yang dikemas dalam agenda camping restorasi di Taman Wisata Wasur Merauke pekan lalu. 

Baca juga: Warga Manokwari Diminta Tahan Diri, Romer Tapilatu: Dugaan Rasisme Percayakan ke Polisi

“Sekolah restorasi kembali membuka pendaftaran gelombang kedua mulai 1 - 30 Maret 2022,” tutur Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah kepada wartawan, Senin (28/2/2022). 

Dikatakan, pendaftaran secara umum dibuka di rumah aspirasi H Sulaeman L Hamzah Jalan Polder depan pasar Wamanggu. 

“Setiap pembukaan pendaftaran kami berikan kuota 100 siswa,” ungkap Perempuan asal Pati, Jawa Tengah yang kini menduduki jabatan Sekretaris Komisi C DPR Papua ini.

Fauzun menuturkan, sekolah restorasi mengajarkan berbagai materi di antaranya, bidang kepemimpinan, jurnalistrik, kewirausahaan, teknik lobi dan negosiasi serta lainnya. 

Adapun bidang tersebut dibutuhkan OAP khususnya saat berada di lapangan. Pembelajaran berlangsung satu bulan sekali. 

“Secara teknis kegiatan sebulan sekali menyesuaikan jadwal saya yang harus datang sebagai kepala sekolah restorasi. Teknik lobi dan kepemimpinan memang saya sendiri yang mengajari,  kalau jurnalistik teman-teman wartawan dan kewirausahaan kita datangkan ahlinya dari dunia usaha,” kata Srikandi Partai NasDem. 

Baca juga: Serka Ardian Simanullang, Pencetus Pengering Padi dan Jagung Petani Milenial Merauke

Fauzun menceritakan pengalaman peserta sekolah restorasi gelombang pertama, ada sebanyak 98 orang mendaftar.

Di antaranya 95 orang asli Papua dan 3 orang non-Papua yang diajarkan tentang kedisplinan, akhirnya terseleksi hingga tersisa 57 anak Papua

“Komitmen kontrak belajar, jika menyalahi aturan 3 bulan berturut-turut maka didiskualivikasi. Itu syarat-syarat dari kami, sedangkan fasilitas semua kami berikan gratis,” ujarnya. 

Fauzun mengakui, kini alumni sekolah restorasi gelombang pertama menginginkan tetap dirangkul sehingga ke depan akan dilanjutkan fokus di bidang kewirausahaan. 

Baca juga: 146 Orang Sembuh, Pasien Covid di Merauke Tersisa 701 Orang

“Gelombang pertama tidak mau kita tinggalkan. Masih ingin kita bina sehingga keputusan bersama kita berikan materi fokus wirausaha dan mendampingi modal usaha seperti apa nantinya,” tandasnya.

Dalam camping restorasi, para peserta alumni diberikan materi oleh Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji dan Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved