Kompas Gramedia Peduli
Pembaca Kompas Peduli, Bangun Rumah Warga Korban Badai Seroja di Kupang
pembangunan rumah warga sangat mendesak, tapi perlu dibicarakan dengan pemda setempat, termasuk pemilik lahan, agar tidak menimbulkan masalah nanti
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pembaca Harian Kompas melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) berempati untuk warga terdampak badai Seroja, April 2021 dengan membangun sejumlah unit rumah di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Penerima manfaat meminta pembangunan rumah tinggal segera ditindaklanjuti.
Selain itu, Yayasan DKK juga membangun pusat kegiatan masyarakat di Pos Lintas Batas RI di Wini-Oecussi, Timor Leste.
Manajer Eksekutif Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) Anung Wendyartaka dan Dewan Pengawas DKK Rusdi Amral bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan rombongan meninjau lokasi pembangunan rumah warga terdampak di Oelamasi, Kupang, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan 100 Paket Bantuan ATK bagi Penyandang Disabilitas
Manajer Eksekutif Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) Anung Wendyartaka mengatakan, pembangunan rumah warga itu sudah sangat mendesak, tetapi perlu dibicarakan dengan pemda setempat, termasuk lurah dan pemilik lahan, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Status tanah dan masalah kecemburuan sosial di kemudian hari perlu diantisipasi sehingga saat kegiatan berlangsung, tidak ada protes warga.
”Rencananya ada tujuh unit rumah warga yang akan dibangun pembaca harian Kompas melalui DKK. Namun, dari perkembangan terbaru kemungkinan akan menjadi 8 rumah atau tambah 1 rumah lagi berdasarkan usulan dari lurah setempat. Selain itu, kondisi tanah yang hendak dibangun rumah berada di cekungan sehingga perlu ditimbuni sampai rata dengan posisi jalan utama, Timor Raya.”
“Ini pekerjaan yang tidak mudah, tetapi tetap diupayakan agar pembangunan rumah itu segera mungkin dimulai,” tambah Anung.
Baca juga: Pembaca Harian Kompas Bantu Pemulihan Masyarakat Korban Banjir di Aceh Utara
Pembangunan rumah berukuran 6 meter x 6 meter ini memiliki nilai bangunan lebih dari Rp 100 juta per unit.
Anggaran yang dikeluarkan termasuk biaya pengerukan sungai dan penimbunan lokasi, atau bisa juga anggaran belum termasuk itu.
Cekungan dengan kedalaman sekitar 4 meter itu harus ditinggikan untuk mengantisipasi luapan air banjir dari Sungai Oesao, yang setiap tahun selalu merembes masuk sampai permukiman warga tersebut.
Pengerukan atau normalisasi sungai dan penimbunan lokasi perumahan nantinya akan dibahas bersama Pemkab Kupang, lurah, dan camat setempat.
Camat Kupang Timur Deny Tadoe menjelaskan bahwa warga yang terdampak badai Seroja di Kelurahan Babau seharusnya delapan keluarga.
Baca juga: Tribun-Papua.com dan Kanwil Kemenkumham Papua Jalin Perjanjian Kerja Sama
Rumah mereka roboh, rata dengan tanah.
Namun, data yang sampai ke Kementerian Sosial, ada tujuh rumah sehingga Kemensos merilis ada tujuh unit yang dibangun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/08032022_menteri-risma.jpg)