Minggu, 26 April 2026

Rusia vs Ukraina

Avril Haines: Rusia Remehkan Perlawanan Ukraina

Avril Haines, mengatakan Rusia meremehkan kekuatan perlawanan Ukraina sebelum meluncurkan invasinya.

Editor: Roy Ratumakin
AP PHOTO/MARIENKO ANDREW
Sebuah pengangkut personel lapis baja terbakar dan kendaraan utilitas ringan yang rusak ditinggalkan setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Pemerintah kota mengatakan bahwa pasukan Ukraina terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Rusia yang memasuki kota terbesar kedua di negara itu pada Minggu. 

“Menurut pendapat saya, itu tidak membuatnya gila, tetapi itu membuatnya sangat sulit untuk dihadapi,” kata Burns.

Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Scott Berrier, menyebut pasukan Rusia yang tewas dalam invasi ke Ukraina mungkin berjumlah antara 2.000 dan 4.000 orang.

Tapi, dia mengakui penilaian ini dilakukan dengan “kepercayaan rendah”.

Baca juga: Ini Opsi Rusia untuk Ukraina Agar Dilakukan Gencatan Senjata

Meski begitu, pasukan Moskwa pada kenyataannya sejauh ini telah berhasil mengepung kota-kota Ukraina dan memotong pasokan makanan, air, alat panas, dan obat-obatan.

Pasukan Rusia dilaporkan terus melakukan penembakan yang membahayakan upaya untuk mengevakuasi warga sipil dari Kota Mariupol yang dibombardir, sebuah kota berpenduduk 430.000 jiwa.

Ada seruan yang berkembang di AS untuk CIA dan Pentagon untuk mendukung potensi pemberontakan warga Ukraina.

Baca juga: Ukraina Klaim Telah Bunuh 12.000 Tentara Rusia di Hari ke-13 Invasi

Sementara pasukan Rusia lebih besar dan lebih kuat daripada Ukraina, pemberontakan yang didukung oleh senjata dan pelatihan yang didanai AS dianggap dapat secara signifikan membantu pertahanan Ukraina.

Terlepas dari pengumuman Putin bahwa dirinya akan meningkatkan tingkat siaga Rusia untuk senjata nuklir, Haines mengatakan AS tidak mengamati perubahan yang tidak biasa dalam postur kekuatan nuklir Rusia.

Pasukan militer Rusia mencapai Kota Kherson, Ukraina, Rabu (2/3/2022).
Pasukan militer Rusia mencapai Kota Kherson, Ukraina, Rabu (2/3/2022). (Sergei Malgavko / TASS)

Beberapa pejabat AS menjanjikan upaya penuh lembaga mereka untuk mendukung perlawanan Ukraina.

Sebagian besar pekerjaan komunitas intelijen di Ukraina kemungkinan besar akan dilakukan secara rahasia.

Tetapi, Direktur FBI Chris Wray mengatakan bahwa atas permintaan Ukraina, biro tersebut telah bekerja dengan perusahaan media sosial untuk menghapus akun yang terkait dengan Rusia yang menyebarkan disinformasi militer Ukraina. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Rusia Dianggap Remehkan Perlawanan Ukraina

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved