Nasional

Orang Kaya Pakai Pertalite, Arya Sinulingga: Harusnya Mereka Malu!

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, harusnya masyarakat golongan menengah ke atas membeli BBM nonsubsidi untuk kendaraannya.

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews/Jeprima
Petugas saat mengisi BBM mobil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). Saat ini sebanyak 60 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan Biodiesel 20 persen atau B20 untuk PSO (Public Service Obligation/Subsidi). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Harga minyak mentah terus meroket pasca-invasi Rusia ke Ukraina.

Walau begitu, PT Pertamina (Persero) enggan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Merespon hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, harusnya masyarakat golongan menengah ke atas membeli BBM nonsubsidi untuk kendaraan-kendaraannya.

Baca juga: Pertamina Agendakan Peresmian SPBE, Progresnya Sudah 94 Persen

Jenis BBM yang dimaksud contohnya seperti Pertamax, bukan Pertalite apalagi Premium.

Sebagai informasi, seiring melonjaknya harga minyak dunia, BBM jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan.

Gap harga jual dengan harga produksi Pertalite ditanggung pemerintah dalam bentuk kompensasi ke Pertamina.

"Harusnya orang-orang kaya malu pakai Pertalite. Seharusnya memang yang namanya BBM untuk orang kaya dan mobil mewah itu jangan disubsidi," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, adanya fenomena masyarakat golongan atas yang mengkonsumsi Pertalite dinilai sangatlah tidak adil.

Karena, BBM tersebut seharusnya dikonsumsi oleh masyarakat yang kelas ekonominya menengah dan menengah ke bawah.

Baca juga: Distribusi Produk Dex, Bentuk Pertamina Berkomitmen Lestarikan Lingkungan

"Harusnya (mereka membeli BBM tidak disubsidi) yang mengikuti harga pasar. Karena sangat tidak fair kalau BBM yang untuk mobil mewah itu dibebankan ke rakyat," jelasnya.

"Memang jumlahnya tidak besar, tetapi kita dorong untuk memakai BBM yang tidak disubsidi dan BBM mengikuti harga pasar atau baik atau turun," pungkas Arya.

Baca juga: Pertamina Klaim Pertalite Masih Eksis di Tahun 2022

Pertamina sebelumnya telah mengutarakan bahwa pihaknya sangat mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam penetapan harga produk BBM.

Oleh sebab itu, harga Pertalite tidak dinaikkan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Meski demikian, Pertamina tetap melakukan penyesuaian harga produk, namun secara selektif hanya untuk BBM nonsubsidi tertentu seperti Pertamax Series maupun Dex Series, yang porsi konsumsinya hanya sekitar 15 persen dari total konsumsi BBM nasional. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Anak Buah Erick Thohir: Harusnya Orang-orang Kaya Malu Pakai Pertalite

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved