Rabu, 22 April 2026

Papua Terkini

Hari ini Dalam Sejarah, 3 Tahun Lalu Banjir Bandang Sentani

Momen tak terlupakan dan masih membekas dalam ingatan, bagaimana air bah dari Pegunungan Cycloop, membanjiri seantero Kota Sentani, Kabupaten Jayapura

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Gusti Tanati
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Momen tak terlupakan dan masih membekas dalam ingatan, bagaimana air bah dari Pegunungan Cycloop, membanjiri seantero Kota Sentani di Kabupaten Jayapura Papua pada 16 Maret hingga 17 Maret 2019.

Pemerintah Pusat menetapkan bencana tersebut, sebagai bencana nasional, dan sejumlah bantuan dikirim ke Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sejumlah wilayah di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura dilaporkan terisolir, akibat pohon tumbang dan material longsoran yang menimbun badan jalan.

Baca juga: Korban Banjir Bandang Sentani Akan Gugat Pemkab Jayapura soal Bantuan Rumah

Kala itu, akses Kota Jayapura menuju Kabupaten Jayapura terputus, sehingga proses distribusi bantuan mengalami hambatan.

Laporan dari BPPD Provinsi Papua menyebutkan, jumlah korban jiwa mencapai 83 orang, yang terdiri dari 75 orang luka ringan dan 84 orang luka berat.

Sebuah pesawat rusak akibat terjangan banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Jumlah korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam, hingga data yang masuk pada Minggu sore, terus bertambah menjadi 63 orang.
Sebuah pesawat rusak akibat terjangan banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Jumlah korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) malam, hingga data yang masuk pada Minggu sore, terus bertambah menjadi 63 orang. (AFP/NETTY DHARMA SOMBA)

Korban terbanyak dilaporkan berasal dari Distrik Sentani, kemudian korban hilang yang terdata pada posko-posko setempat berjumlah 74 orang.

Meski demikian, dari 74 korban tersebut masih harus dicocokkan lagi datanya kepada 40 jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara setempat.

Seminggu setelah banjir itu terjadi, pada 25 Maret 2019 sebanyak 112 orang ditemukan meninggal dunia.

Dari laporan itu, diketahui 105 orang berada di Kabupaten Jayapura, dan 7 di Kodya.

Baca juga: Bantuan Rumah Dinilai Tak Merata, Korban Banjir Bandang Sentani Siap Gugat Pemkab Jayapura

Lalu per Mei 2019, dilaporkan kembali 153 orang luka berat, 768 orang luka ringan, dan 17 orang masih belum ditemukan.

Sementara itu, bencana tersebut menyebabkan 350 rumah rusak terseret arus air, 3 jembatan, 8 drainase, 4 jalan, 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, 104 ruko, dan 1 pasar semua kondisinya mengalami rusak berat saat itu.

Sebanyak 4.273 warga mengungsi, baik yang mengungsi di posko pengungsuan, ataupun rumah-rumah sanak famili mereka.

Baca juga: 3 Tahun Penantian, 76 KK Korban Banjir Sentani 2019 Akan Miliki Rumah Sehat

Peristiwa banjir ini membuat sebanyak 11.725 keluarga terdampak, dan laporan terakhir menyebutkan hingga Mei 2019, 1.639 rumah warga di pinggiran Danau Sentani masih tergenang air, karena danau meluap.

Total kerugian banjir bandang di Kabupaten Jayapura ini dilaporkan mencapai Rp 506 miliar.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved