Papua Terkini
Hari ini Dalam Sejarah, 3 Tahun Lalu Banjir Bandang Sentani
Momen tak terlupakan dan masih membekas dalam ingatan, bagaimana air bah dari Pegunungan Cycloop, membanjiri seantero Kota Sentani, Kabupaten Jayapura
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Momen tak terlupakan dan masih membekas dalam ingatan, bagaimana air bah dari Pegunungan Cycloop, membanjiri seantero Kota Sentani di Kabupaten Jayapura Papua pada 16 Maret hingga 17 Maret 2019.
Pemerintah Pusat menetapkan bencana tersebut, sebagai bencana nasional, dan sejumlah bantuan dikirim ke Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.
Sejumlah wilayah di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura dilaporkan terisolir, akibat pohon tumbang dan material longsoran yang menimbun badan jalan.
Baca juga: Korban Banjir Bandang Sentani Akan Gugat Pemkab Jayapura soal Bantuan Rumah
Kala itu, akses Kota Jayapura menuju Kabupaten Jayapura terputus, sehingga proses distribusi bantuan mengalami hambatan.
Laporan dari BPPD Provinsi Papua menyebutkan, jumlah korban jiwa mencapai 83 orang, yang terdiri dari 75 orang luka ringan dan 84 orang luka berat.
Korban terbanyak dilaporkan berasal dari Distrik Sentani, kemudian korban hilang yang terdata pada posko-posko setempat berjumlah 74 orang.
Meski demikian, dari 74 korban tersebut masih harus dicocokkan lagi datanya kepada 40 jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara setempat.
Seminggu setelah banjir itu terjadi, pada 25 Maret 2019 sebanyak 112 orang ditemukan meninggal dunia.
Dari laporan itu, diketahui 105 orang berada di Kabupaten Jayapura, dan 7 di Kodya.
Baca juga: Bantuan Rumah Dinilai Tak Merata, Korban Banjir Bandang Sentani Siap Gugat Pemkab Jayapura
Lalu per Mei 2019, dilaporkan kembali 153 orang luka berat, 768 orang luka ringan, dan 17 orang masih belum ditemukan.
Sementara itu, bencana tersebut menyebabkan 350 rumah rusak terseret arus air, 3 jembatan, 8 drainase, 4 jalan, 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, 104 ruko, dan 1 pasar semua kondisinya mengalami rusak berat saat itu.
Sebanyak 4.273 warga mengungsi, baik yang mengungsi di posko pengungsuan, ataupun rumah-rumah sanak famili mereka.
Baca juga: 3 Tahun Penantian, 76 KK Korban Banjir Sentani 2019 Akan Miliki Rumah Sehat
Peristiwa banjir ini membuat sebanyak 11.725 keluarga terdampak, dan laporan terakhir menyebutkan hingga Mei 2019, 1.639 rumah warga di pinggiran Danau Sentani masih tergenang air, karena danau meluap.
Total kerugian banjir bandang di Kabupaten Jayapura ini dilaporkan mencapai Rp 506 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/17032022-banjir_bandang_sentani-1.jpg)