ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Subsidi Minyak Goreng Papua

HET Minyak Goreng Dicabut, Pedagang Pasar Sentral Timika Bimbang

Ani, seorang pedagang di pasar ini bingung menentukan harga jual menjual minyak goreng karena stok lama masih banyak dan belum terjual.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
MIGOR - Kondisi minyak goreng berbagai merek yang telah tersedia di etalase pusat perbelanjaan Saga Mall Abepura, Kota Jayapura, Jumat (18/3/2022). 

Laporan Wartwan Ttibun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng dalam kemasan dilepas ke mekanisme pasar agar bisa memacu kelancaran pasokan minyak goreng.

Dengan demikian, ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium dan Rp13.500 per liter untuk minyak goreng kemasan biasa tak lagi berlaku.

Berdasarkan surat edaran No 9/2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Minyak Goreng Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menginstruksikan Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan agar memberikan relaksasi terhadap HET minyak goreng sawit kemasan sederhana dan premium.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Melambung Tinggi, Emak-emak di Papua Kaget

Hal ini dilakukan sambil menunggu pengundangan Peraturan Menteri Perdagangan tentang pencabutan peraturan Menteri Perdagangan No 6/2022 tentang penetapan harga cceran tertinggi minyak goreng sawit.

Pembelian relaksasi dimaksud untuk menghindari potensi terjadinya kelangkaan minyak goreng konsumsi rumah tangga pasca pelaksanaan konferensi pers terkait pencabutan ketentuan HET minyak goreng sawit.

Hal ini justru membuat bingung pedangang di Pasar Sentral Timika.

Ani, seorang pedagang di pasar ini bingung menentukan harga jual menjual minyak goreng karena stok lama masih banyak dan belum terjual.

"Yang saya dengar memang sudah di cabut harga distribusi. Tetapi ini saya masih bingung karena masih banyak stok lama," kata Ani kepada Tribun-Papua, Sabtu (19/3/2022).

Ani sangat senang karena banyak juga yang membeli minyak goreng stok lama dengan harga terjangkau.

"Kalau di luar Timika seperti Jawa dan beberapa daerah lain mengalami kekosongan. Sedangkan di Timika tidak, selama harga naik turun warga tidak pernah protes."

"Ya bagus kalau harga murah sehingga modal pembelian juga aman dan bisa digunakan untuk membeli bahan dagangan lain selain minyak goreng," katanya. 

Hal yang sama dingukapakan oleh Endi Ramli.

Baca juga: Stok Minyak Goreng Tiba-tiba Melimpah tapi Harga Meroket, Bukti Pemerintah Kalah Hadapi Mafia?

"Saya tahu soal pencabutan HET tetapi tidak mungkin saya menjual dengan harga tinggi karena masih banyak stok lama dan dijual masih dengan harga sama. Nanti tunggu stok habis baru saya beli lagi dan harganya akan disesuaikan dengan pedagang lain," katanya. 

Menurutnya, pejualan minyak goreng dengan harga murah justru malah lebih baik dan cepat laku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved