Kesehatan

Penyebab Stroke di Usia Muda, Ini Penjelasan Ahli Saraf

Banyak orang berpikir stroke hanya dialami oleh orang-orang yang sudah berusia tua.

Editor: Musa Abubar
freepik.com
ilustrasi dampak stroke terhadap otak 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Banyak orang berpikir stroke hanya dialami oleh orang-orang yang sudah berusia tua.

Nyatanya, tak sedikit orang yang masih berusia 20 tahunan yang mengalami stroke. Berita tentang istri Justin Biber yang baru-baru ini dilarikan ke rumah sakit, misalnya.

Hailey Baldwin yang masih berusia 25 tahun diketahui mengalami stroke iskemik.

Baca juga: Tidak Ada Mafia Minyak Goreng, DPR RI: Adanya Kesalahan Kebijakan dan Pengaturannya, Sindir Mendag?

Ahli saraf Blake Buletko mengatakan bahwa banyak orang muda yang mengabaikan gejala stroke karena berpikir bahwa dirinya terlalu sehat.

“Mengetahui tanda-tanda peringatan dan mencari bantuan segera dapat mencegah stroke yang membatasi produktivitas Anda di masa depan,”kata dia.

Baca juga: Massa Minta Kabupaten Mimika Barat Dimekarkan, Alex Mansai: Kami Butuh Pembangunan

Menurut data Cleveland Clinic, sekitar 10 persen kasus stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun.

Biasanya, kondisi ini terjadi karena efek obat dan kondisi genetik tertentu.

Baca juga: Danki TNI di Gome Berani Tipu Komandannya, Jenderal Andika: Proses Hukum

"Stroke di usia muda juga bisa terjadi karena adanya diseksi arteri atau robekan kecil di arteri," ujarnya.

Setiap kondisi yang menyebabkan kelainan struktural jantung atau irama jantung yang tidak teratur juga meningkatkan risiko stroke.

Baca juga: Pasukan Chechnya Dilaporkan Pulang, Ratusan Pasukannya Tewas dalam Invasi Rusia ke Ukraina

Mereka yang mengalami gangguan pembekuan darah atau penyakit sel sabit juga rentan mengalami stroke.

Gangguan pembekuan darah bisa meningkatkan penggumpalan pada trombosit atau sel darah merah saat bergerak melalui tubuh yang dapat menyebabkan stroke.

Baca juga: Ditjen Diktiristek dan LPDP Kerjasama UKICIS Luncurkan Program RISPRO

Sementara itu, penyakit sel sabit juga bisa memicu penyumbatan arteri dan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke secara signifikan.

Gejala stroke di usia muda

Buletko menyarankan agar orang mudah lebih perhatian dengan gejala awal stroke.

Baca juga: Soal Pemindahan IKN, Indonesia Belajar dari Mesir

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved