ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Terkini

ULMWP: Papua Sedang Berapi, Buka Ruang Dialog, Setop Tambah Pasukan!

Sebanyak 400 prajurit TNI dari Batalyon Raider Khusus 136/TS Kodam I/BB dikirim ke sejumlah wilayah di Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat.

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Gubernur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) wilayah Adat Domberai, Markus Yenu, Senin (21/3/2022). 

"Kita minta agar proses dialog langsung bersentuhan dengan masyarakat, tanpa harus melalui DPR, Pemerintah dan lainnya."

Namun, hingga kini usulan tersebut tidak juga direalisasikan oleh Jakarta.

Baca juga: Bripda Zulkarnaen, Sosok Polisi yang Melompat ke Jurang saat Ditembaki KKB Papua

"Papua ini ibarat api yang sedang menyala, dan tidak ada tim pemadam datang, lalu bakar di tempat lain," imbuhnya.

Harusnya, tim pemadam itu datang ke Papua, dan langsung sentuh titik api yang sedang menyala.

"Selama ini pola pendekatan dari Jakarta, kepada persoalan yang ada di Papua, kami menilai tidak tepat," ungkapnya.

Ia mengaku, situasi konflik di Tanah Papua, ada sejumlah tokoh yang berperan dalam polemik itu.

"Salah satu tokoh itu adalah saya di Papua Barat," pungkasnya.

Diinformasikan sebelumnya, sebanyak 400 prajurit TNI yang berasal dari Batalyon Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Kodam I/Bukit Barisan, akan dikirim ke sejumlah wilayah di Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat.

Baca juga: KKB Numbuk Telenggen Tewaskan 3 Prajurit di Gome Papua, Jenderal Andika: Anak Buah Saya Menipu

Pengiriman prajurit tersebut, bertujuan untuk mengisi kekosongan dan melaksanakan pembinaan teritorial pada wilayah pelosok di daerah ini.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema mengatakan, prajurit yang di kirim ke Papua Barat, telah dilakukan pembekalan sejak awal di Kodam Bukit Barisan.

"Prajurit TNI yang datang ini adalah non organik kita (Kodam Kasuari)," ujar Gabriel, kepada awak media di Kodam XVIII/Kasuari, Rabu (16/3/2022).

Kata dia, prajurit yang datang di Papua Barat, bertujuan untuk menjaga wilayah daerah ini sesuai dengan tugas pokok TNI.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Massa Geruduk Kantor Bupati Mimika, Tolak Pemekaran Daerah?

Sehingga, dia (Prajurit) bukan hanya menjaga di wilayah Kodam Bukit Barisan, namun keseluruhan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Jadi bukan tunggu kalau ada kondisi urgen baru digeser, tetapi dalam situasi damai pun dia sudah punya pengalaman," tuturnya.

Ia mengaku, cara dalam menyiapkan prajurit dari Bukit Barisan hanya sederhana, cukup dengan kepemimpinan hati.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved