Selasa, 21 April 2026

Pemekaran Papua

Filep Karma Nilai Otsus Tidak Memberi Manfaat ke Rakyat Papua

Filep menyampaikan hal itu dalam orasinya di hadapan ribuan demonstran penolak DOB dan Otsus Papua di bundaran Abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/4).

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
ORASI - Mantan tahanan politik Filep Karma mengatakan, Papua harus merdeka lantaran pelaksanaan Otsus selama 20 tahun telah gagal, dan Daerah Otonomi Khsus (DOB) bukan solusi. Hal ini disampaikan dalam aksi massa di Abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/4/2022). 

"Saat itu pihak-pihak ini tidak melihat kami orang Papua sebagai manusia atau sebagai bangsa yang punya hak untuk menentukan nasib sendiri. Seharusnya saat itu ada wakil bangsa Papua yang dilibatkan untuk duduk bersama," kesalnya.

Ia menyayangkan kebijakan tersebut. Sebab Papua masa itu sudah punya parlemen sendiri.

"Parlemen ini adalah salah satu lembaga dari sebuah negara yang akan berdiri sendiri, jadi Papua saat itu sudah punya, dan seharusnya dilibatkan dalam perundingan itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan massa di Kota Jayapura pada Jumat (1/4/2022), mendesak DPR Papua segera membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengawal aspirasi rakyat soal penolakan pemekaran daerah dan otonomi khusus (Otsus).

Massa lewat koordinator demo mengutuk pejabat Provinsi Papua dan pusat yang mendukung Daerah Otonomi Baru (DOB) di Bumi Cenderawasih.

Baca juga: Ketua DPR Papua Turun ke Jalan Dengar Aspirasi Massa Tolak DOB dan Otsus di Jayapura

Bahkan, massa juga menolak kue bernama Otonomi Khusus (Otsus) yang telah 20 tahun bergulir di Papua.

"Kami rakyat Papua 100 persen tolak daerah otonomi baru," kata perwakilan dari mahasiswa, Notianus Belau saat berorasi di persimpangan Buper Waena, Kota Jayapura pda Jumat (1/4/2022).

"Pejabat yang mendukung pembentukan DOB kami kutuk," sambungnya.

Natianus mengklaim, rakyat Papua dan 116 organisasi telah menandatangani petisi penolakan DOB. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved