Ada 3 Calon Provinsi Baru Indonesia di Tanah Papua, Ini Profil Lengkap Ha Anim, Meepago, dan Lapago
Ada 3 calon provinsi baru Indonesia di tanah Papua yakni Papua Selatan (Ha Anim), Papua Tengah (Meepago) dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah (Lapago)
Wilayah perairan Selatan Provinsi Papua (Laut Arafura) merupakan daratan pantai dengan kondisi tanah berlumpur yang didominasi hutan mangrove, daerah rawan, dan berair payau merupakan habitat utama hidupnya berbagai jenis ikan, udang, dan biota perairan lainnya. Sangat memungkinkan bagi pengembangan usaha perikanan dan kelautan secara besar-besaran dan berkelanjutan.
- Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat terletak pada 4-7 derajat LS dan 137-141 derajat BT. Suku Asmat terbagi menjadi dua, yaitu suku yang tinggal di pesisir pantai dan suku asmat yang tinggal di wilayah pedalaman. Pola hidup, cara berpikir, struktur sosial dan keseharian keduanya sangat berbeda.
Mata pencahariannya, untuk suku Asmat yang berada di wilayah pedalaman, biasanya memiliki pekerjaan sebagai pemburu dan petani kebun, sementara mereka yang tinggal di pesisir lebih memilih menjadi nelayan.
Wilayah Kabupaten Asmat berada di atas daratan yang lembek, berawa-rawa dan dilewati sungai besar. Wilayah itu terletak di dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 0-100 meter di atas permukaan laut, sehingga setiap hari bisa terjadi pasang surut karena genangan air.
Kabupaten Asmat memiliki potensi sumberdaya perikanan yang tinggi, baik untuk perikanan darat maupun laut. Di perikanan darat, Kabupaten Asmat memiliki potensi yang besar dengan wilayahnya yang memiliki sungai besar, sedangkan di perikanan laut mengandalkan sumberdaya Laut Arafuru yang besar.
- Kabupaten Boven Digoel
Tempat ini terkenal karena menjadi tempat dibuangnya Bung Hatta pada 20 Januari 1934. Kabupaten Boven Digoel memiliki luas 27.108,29 km persegi.
Suku Wambon merupakan suku terbesar di Boven Digoel. Sementara suku terbesar kedua adalah Suku Muyu.
Pedalaman Digoel sangat sulit ditembus. Satu-satunya moda transportasi yang bisa menjangkau tempat tersebut saat itu hanya kapal.
Meski agak terisolasi, Boven Digoel merupakan daerah yang cukup berkembang. Pembangunan infrastruktur berjalan meski agak lamban.
Baca juga: Soal Pemekaran Papua Tengah, Bupati Nabire Ungkap Alasan Mengapa Mimika Tak Cocok Jadi Ibu Kota
2. Papua Tengah (Meepago)
Ibu kota Timika, Kabupaten Mimika
Provinsi ini terdiri dari:
- Kabupaten Paniai
Pada zaman Belanda Paniai disebut Wissel meeren, sesuai dengan nama 3 (tiga) danau yang terletak sekitar pusat kota Enagotali. Secara geografis Kabupaten Paniai berada di jalur Pegunungan Tengah Papua.
Kabupaten Paniai memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama sumber daya tambang berupa emas, tembaga dan potensi lainnya.
Wilayah Kabupaten Paniai mempunyai lahan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian berupa pertanian tanaman pangan yang meliputi tanaman padi yang terdapat di Distrik Paniai Timur, palawija (jagung, ubi jalar, ketela pohon, kacang tanah, dan kacang kedelai) dan jenis tanaman hortikultura yaitu sayur-sayuran yang tersebar di setiap distrik.
- Kabupaten Mimika