Nasional

Berkat POP, Beberapa Daerah Sulit Termasuk Papua-Papua Barat Dapat Program Peningkatan Kompetensi

Kemendikbudristek telah meluncurkan Program Organisasi Penggerak (POP) yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar pada tahun 2020 lalu.

Editor: Musa Abubar
Dokumen kemendikbudristek
Suasana beberapa guru mengikuti zoom 

"Itulah sebabnya setelah berjibaku dengan sangat luar biasa akhirnya POP bisa dijalankan di tahun 2021," ujarnya.

Praptono menegaskan bahwa POP bukan hanya program yang satu tahun selesai. Kemendikbudristek menyadari bahwa empat bulan pelaksanaan merupakan waktu yang sangat tidak longgar bagi ormas.

Baca juga: Sambut Momen Mudik Lebaran, Batik Air Resmi Buka Rute Baru Penerbangan Jayapura Menuju Surabaya

Namun tahun 2021 dipandang sebagai titik awal yang luar biasa karena di tahun itulah ormas sudah melatih para guru dan kepala sekolah.

Dalam artian, para guru dan kepala sekolah yang menjadi sasaran program POP sudah mendapatkan pembekalan dan sudah banyak guru-guru langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dari para ormas pada para siswanya.

Tantangan terberat dalam implementasi POP di tahun 2021, menurut Praptono adalah keterbatasan pelaksanaan tatap muka.

Baca juga: Cara Cek Cek Penerima BSU atau Subsidi Gaji Rp 1 Juta Tahun 2022

"Keterbatasan ini menyebabkan para ormas harus bisa menjalankan programnya secara daring. Saya sangat mengapresiasi tim ormas yang menyiapkan betul modul-modul, perangkat ajar, yang bisa jadi desain awalnya disiapkan untuk pelatihan untuk luring," kata Praptono.

Ketua Umum Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat, Fakhrul Arrazi yang merupakan bagian dari organisasi POP dengan fokus program literasi dan karakter mengatakan dalam pelaksanaan mereka selenggarakan merupakan program menulis dan membaca cerdas.

"Kegiatan tersebut sudah mereka lakukan selama sembilan tahun, sejak 2013. Dalam POP kami melibatkan 920 sekolah, dengan total 2.300 guru dan kepala sekolah di 14 kabupaten/kota,"ujarnya.

Baca juga: Tak Berani Janjikan Medali Emas di SEA Games, Pelatih Timnas U23 Vietnam: Saya Usahakan yang Terbaik

Fakhrul mengaku memang banyak tantangan dalam pelaksanaan POP tahun 2021 karena dari 14 kabupaten kota sasaran ormas mereka 8 di antaranya merupakan daerah 3T.

"Peserta yang ikut intervensi lokasinya tidak hanya di ibu kota kabupaten dan kota, tetapi di daerah pelosok yang menjadi penyemangat untuk ikut serta. Semangat dari peserta tersebut menjawab semua tantangan yang dihadapi," kata Fakhrul.

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Ditangkap, Ini Perintah KSAL: Tangkap Kegiatan Ekspor!

"Berbagai cara mereka lakukan untuk dapat ikut serta dalam program kami. Salah satu contoh, tanpa akses internet, karena kami melakukan kegiatan secara daring dan barulah di bagian akhir kami laksanakan luring,"ujar Fakhrul sambil menceritakan banyak dari para peserta yang melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan akses internet.

Bahkan ada yang 6 hingga 9 jam, sehingga ini menjadi penyemangat.

Sementara itu, Hotmianida Panjaitan selaku Nasional Program Manager POP Wahana Visi Indonesia menyebut ormas mereka juga mendapatkan tantangan berat dalam pelaksanaan program karena wilayah mereka 50 persen tanpa koneksi internet.

Baca juga: Emak-emak, Jelang Idulfitri Harga Terigu dan Bawang Merah Naik

"Kami bersyukur ada 58 master teacher yang tersedia di tingkat kabupaten yang menjadi SDM yang menjadi pelatih wahana literasi," kata Hotmaida.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved