Pemkab Jayapura

Dokter Andrew: Pencegahan Stunting Bukan Hanya pada Sektor Kesehatan

Pencegahan stunting dilakukan bukan hanya dari sektor kesehatan, tetapi multi sektor demi mewujudkan sinergitas.

Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Ilustrasi: Kondisi anak-anak Papua di Kabupaten Maybrat 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pencegahan stunting dilakukan bukan hanya dari sektor kesehatan, tetapi multi sektor demi mewujudkan sinergitas.

Hal ini diungkapkan Kepala Puskesmas Sentani dr Andrew Wicaksono di Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/5/2022).

"Seperti dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), keluarga resiko stunting jumlahnya berapa, dari Dinas Perhubungan, karena stunting penyebabnya bukan hanya gizi atau pola makan termasuk dari sanitasi lingkungan juga," katanya kepada Tribun Papua.com, di Puskesmas Sentani.

Baca juga: Kukuhkan Duta Cegah Stunting Tingkat Distrik dan Kelurahan, BTM: Ayo Rutin Periksa Anak ke Posyandu

Andrew berujar, data ketersediaan jamban untuk keluarga berisiko stunting, termasuk air bersih harus ada.

Sehingga, semua pihak terkait mengetahui permasalahan yang ada di suatu daerah, lalu dilakukan pemetaan.

Pemetaan dimaksud, mengetahui lokus atau daerah intervensi stunting, resiko keluarga, hingga perencanaan pencegahan.

Ia mencontohkan data stunting pada anak dilihat dari jumlah yang sangat pendek dan pendek.

Seperti hasil pengukuran pada Februari 2022 di Puskesmas Sentani dari Kampung Hobong, Ifale Ajau, Yobeh, Ifar Besar, Sereh, Yatim, Yoke, dan Kelurahan Dobonsolo, Sentani Kota, dan Hinekombe.

"Jadi stunting itu diukur dari angka tinggi badan menurut umur, untuk penanganannya kami di wilayah Sentani itu terintegrasi."

Baca juga: Kampanye Cegah Stunting, Jeni Karay: Media Sosial Jadi Pengerak Edukasi Lokal

"Untuk air bersih dan sanitasi itu ada, kita sudah lintas sektoral dengan kampung dan kelurahan, dan juga NGO," ujarnya.

Adapun pencegahan dari sisi pola makan atau gizi, pihaknya bersama PT Angksa Pura pada 2021 telah memberikan makan 1.000 hari pertama kehidupan di Kabupaten Jayapura, khususnya di Sentani.

"Kami juga sasarannya remaja putri di sekolah, disitu pemberian tablet tambah darah, karena mereka adalah calon ibu, karena itu dipersiapkan untuk mencegah stunting, agar tidak terkenal anemia."

"Untuk ibu hamil, kami perhatikan kesehatannya, pengukuran Medical Check Up (MCU), jika ditemukan ibu hamil dengan energi kronis itu kemudian kita langsung tangani dengan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yaitu PMT pemulihan" tambahnya.

Baca juga: Resmi Jadi Guru Besar Bidang Gizi, Menkes Minta Profesor Santi Ambil Andil Turunkan Kasus Stunting

Selain itu, dilakukan kunjungan nifas, perawatan gizi, pengukuran melalui Posyandu, dilihat dari sanitasi dan lingkungan, kemudian ada pemicu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar air di kampung cukup dalam mengatasi stunting.

"Jadi bukan hanya penyebabnya dari pola makan atau gizi yang kurang tapi sanitasi dan lingkungan air bersih itu kita harus kontrol,  ini adalah langkah-langkah yang kami telah lakukan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved