Nasional

Kolonel Priyanto Tamat, Divonis Pecat dan Penjara Seumur Hidup: Masih Berdalih Berjasa bagi NKRI?

Tamat sudah nasib Kolonel Inf Priyanto usai dijatuhi vonis penjara seumur hidup. Begini kondisi terbaru terdaka pembunuhan sejoli Nagreg itu.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Handi Saputra dan Salsabila, Kolonel Priyanto.(KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Terdakwa kasus pembunuhan sejoli Bandung, Kolonel Inf Priyanto dijatuhi vonis penjara seumur hidup.

Dinginnya hotel prodeo menanti perwira menengah TNI AD tersebut.

Kolonel Priyanto terlilit kasus pembunuhan berencana terbadap sejoli Handi Saputra dan Salsabila, di jalan Nagreg, Jawa Barat.

Kiprahnya sebagai anggota militer pun tamat setelah vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Brigjen Faridah Faisal dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022).

"Memidana terdakwa oleh karena itu Kolonel Priyanto pidana pokok penjara seumur hidup, pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” kata Faridah.

Baca juga: Sidang Putusan Kolonel Priyanto Berlangusng Hari Ini, Jenderal Andika: Kawal Terus!

Priyanto terbukti melakukan perampasan kemerdekaan orang lain secara bersama-sama dan terbukti menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian secara bersama-sama.

Sementara, hal yang meringankan dalam vonis ini yakni terdakwa telah berdinas di TNI selama kurang lebih 28 tahun dan belum pernah dipidana maupun dijatuhi hukuman disiplin, serta menyesal atas perbuatannya.

Adapun hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa telah merusak citra TNI AD.

Hal yang memberatkan lainnya, terdakwa dalam kapasitasnya sebagai prajurit berpangkat kolonel identik untuk dipersiapkan oleh negara untuk berperang dan melaksanakan tugas selain perang.

Pada hakekatnya, terdakwa seharusnya melindungi kelangsungan hidup negara dan masyarakat, bukan membunuh rakyat yang tidak berdosa.

Dikurung di Lapas Sipil, Tunjangan Dicabut

Kolonel Inf Priyanto akan ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) sipil atas hukuman pidana penjara seumur hidup terkait kasus penabrakan dan pembuangan sejoli Handi dan Salsabila yang dia lakukan bersama anak buahnya.

Itu terjadi jika Priyanto dan oditur tidak mengajukan banding dalam waktu tujuh hari kerja.

"Nanti setelah dalam waktu tujuh hari, berkekuatan hukum tetap, terdakwa menjalani pidananya itu bukan lagi di penjara militer, namun di lapas sipil karena dia sudah dipecat," ujar Jubir Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Chk Hanifan Hidayatullah usai pembacaan vonis, Selasa (7/6/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved