ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Merauke

Masih Ingat AKBP Untung Sangaji? Dulu Hadapi Teroris, Kini Sukses Budidaya Bandeng di Merauke

AKBP Untung Sangaji tak hanya berani berhadapan dengan teroris. Kini ia bertugas di Merauke, Papua, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji (kanan) dan Wakil Bupati Merauke, H Riduan bersama Muspida dan warga mancing bersama di kolam budidaya ikan bandeng, Sabtu (11/6/2022). 

Danrem mengapresiasi, kegigihan kapolres Merauke membawa bibit bandeng dari Surabaya karena susah ditemui di Merauke

Dengan budidaya tersebut akan mendorong sektor perikanan di Merauke dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

"TNI siap membantu Polri dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Saya juga puas mancing disini, apalagi dapat ikannya itu rejeki," imbuh Brigjen TNI Reza Pahlevi.  

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Merauke, Benjamin IR Latumahina. Dia mengakui, hadirnya tambak budidaya bandeng dan bawal milik AKBP Utung Sangaji merupakan gagasan yang bagus. 

"Menjadi satu pembelajaran dan edukasi bagi yang lain. Sebenarnya ketika ada niat kemudian dicoba maka tidak ada hal tidak mungkin. Tambak bandeng di Merauke belum ada. Kalau kita lihat budidaya yang dibuat kapolres hasilnya lumayan," lugasnya. 

Kata Beny Latumahina, kondisi pH air di Merauke air meskipun kurang cocok namun AKBP Untung Sangaji mampu menyulap. 

Baca juga: Masih Ingat Irjen Anang Revandoko? Dulu Kapolda Kalteng, Kini Dankorbrimob Pecah Bintang Tiga

"Hal yang dilakukan Kapolres sangat baik. Hampir semua kolam hasilnya baik, ikannya sehat, dan bisa produksi jangka panjang. Bagi masyarakat yang berkeinginam buat tambak bamdeng dan bawal bisa minta petunjuk dan kiat-kiat dari kapolres," tandasnya.

Kilas Balik Bom Sarinah

Ajun Komisaris Besar Untung Sangaji hadir di tengah-tengah teror bom dan baku tembak di kawasan Sarinah-Thamrin pada 14 Januari 2016.

Mengenakan kemeja putih dan tanpa safety vest, dia gagah berani berjalan sambil memegang senjata dan menembaki para teroris yang menyimpan bom di tubuh mereka.

Perwira Menengah Pusdik Polisi Udara dan Air (Polair) itu memang tengah menjalankan tugasnya untuk berjaga di luar ring Istana Kepresiden.

Sangaji bersama tiga rekannya, termasuk dua atasannya; Komisaris Besar Martuani Sormin dan Komisaris Besar Urip Widodo, saat itu, sedang ngopi di Kafe Walnut, tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga: Masih Ingat Maria Tambingon? Dulu Wakili Papua di Ajang Puteri Indonesia, Kini Sukses Beternak Ayam

Bunyi tembakan disertai ledakan tiba-tiba keluar. Sangaji keluar dari kafe untuk mengecek situasi, lalu melaporkan kejadian itu ke atasannya.

Ia kemudian diperintahkan bersama rekannya, Ipda Tamat, merangsek ke arah Starbucks di gedung Djakarta Theater.

Ada dua teroris yang menembaki mereka. Terakhir, baku tembak meletus hingga kedua teroris itu tumbang dan bom dalam tubuhnya meledak hingga organnya berserakan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved