Kamis, 9 April 2026

Lipsus Venue PON Papua

Pasca PON, Cabor Sepakbola Putra, Stadion Barnabas Youwe Sentani Terjaga

Kondisi Venue cabang olahraga sepakbola putra, Stadion Barnabas Youwe (SBY) masih dalam kondisi baik dan terjaga

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Suasana Stadion Barnabas Youwe 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pasca Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober 2021 lalu, kondisi Venue cabang olahraga sepakbola putra, Stadion Barnabas Youwe (SBY) masih dalam kondisi baik

Pantauan Tribun-Papua.com, Kamis (16/6/2022), venue yang terletak di Distrik Sentani Kota itu terawat.

Bangunan yang dipolesi cat berwarna putih biru itu tampak bersih, mulai dari halaman hingga lapangannya.

Baca juga: Viral Foto Tahanan Selfie Pakai Topi Polisi dan Merokok di Sel, Ini Penjelasan Kapolres Ende

Fasilitas lainnya seperti lampu, toilet hingga jejeran tempat duduk penonton di stadion ini masih terjaga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura, Yaan Yoku mengatakan, pemerintah kabupaten setempat sudah menganggarkan dana operasional untuk Gedung Olahraga (Gor) Habel Melkias Suwae (HMS) dan Stadion Barnabas Youwe (SBY).

Baca juga: Kunci (Chord) Gitar Lagu Aku Cinta Kau dan Dia - Dewa 19: Hancur Hatiku Mengenang Dikau

"Saat ini kedua aset ini digunakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura, dan telah menjadi Peraturan Daerah (Perda),"kata Yan kepada Tribun-Papua.com, Kamis.

"Artinya ketikan orang mau menggunakan kedua fasilitas ini untuk kepentingan olahraga atau apapun itu akan dikenakan biaya yang diatur sesuai dengan Perda,"ujarnya.

Lanjut dia, harga sewa dua gedung itu bervariasi, untuk Stadion Barnabas Youwe sekitar Rp 3,5 juta untuk non member sementara member Rp 3 juta.

Baca juga: BEI Sebut 60 Persen Investor di Papua Didominasi Generasi Milenial

Meski demikian, kata dia, pihaknya masih mengalami kesulitan dari peminat yang penyewa.

"Kenapa, kalau dilihat sesuai kondisi real hari ini, Animo masyarakat ini kurang, karena biaya penyewaannya cukup tinggi, karena dengan nilai seperti itu membuat orang susah untuk menggunakan fasilitas yang ada,"katanya.

"Padahal kita harapkan masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan ketentuan biaya yang ada dan hasilnya bisa disetor ke PAD Kabupaten Jayapura,"ujarnya.

Baca juga: Geser Jokowi, Dua Nama Anak Papua Masuk Bursa Bakal Capres Partai Nasdem, Ini Sosok Mereka

Menurut dia, untuk merubah garis tersebut tidak bisa, lantaran sudah diputuskan menjadi Perda.

"Sehingga, untuk mengatasi persoalan ini, maka solusinya, Perda tersebut perlu direvisi kembali, agar nominalnya ini bisa disesuaikan dengan kemampuan masyarakat,"katanya.

"Kenapa demikian, karena disini (Papua) ada berbagai komunitas sepak bola yang menggunakan lapangan hanya untuk aktivitas kebugaran saja," ujarnya.

Baca juga: Rawat Venue PON XX, Pemprov Papua Harus Rogoh Kocek Rp 43,6 Miliar per Tahun

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved