Pemkab Jayapura
Jelang KMAN, Anggota Dewan Ini Minta Polisi Berantas Aktivitas Miras dan Judi Togel
DPRD Kabupaten Jayapura meminta pihak kepolisian berantas aktivitas jual beli Minuman keras dan judi togel
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura meminta pihak kepolisian berantas aktivitas jual beli Minuman keras (Miras) dan judi togel
Hal itu dilakukan guna menyukseskan pelaksanaan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke 6 pada 24-29 Oktober 2022 mendatang.
Baca juga: Buat Wisatawan Nyaman, Disparbud Merauke Bantu Pengelola Objek Wisata
Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Sihar L Tobing kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Senin (20/6/2022).
"Soal togel dan miras di Kabupaten Jayapura ini harus dibubarkan. Misalnya izin jual klontongan, tapi didalamnya ada miras, maka langsung saja dicabut," kata Sihar.
Baca juga: Lukas Enembe Dukung DOB 7 Provinsi, AMPTPI: Khianati Aspirasi Rakyat Papua
Menurutnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) selaku eksekutor peraturan daerah (Perda) harus maksimal mengekan aturan.
"Saya kurang sepakat kalau masalah miras selalu dibilang bahwa itu orang mabuknya dari daerah Kota Jayapura baru datang ke sini (Kabupaten Jayapura). 1x24 jam kita bisa dapat kok disini," ujarnya.
Baca juga: Ridwan Kamil Tanggapi Klaimnya soal Hubungan Saudara, Tiara Marleen Tak Malu: Namanya Bercanda
Sementara untuk aktivitas jual beli judi Togel, Sihar mengatakan hal tersebut adalah urusan polisi, dan peran semua pihak.
"Tapi pastinya yang namanya dilarang, yah seharusnya dilakukan. Yah ditertibkan sajalah,"katanya.
Baca juga: Pemuda Papua Ini Pertanyakan Sikap Gubernur Lukas Enembe Dukung Pemekaran DOB
"Inikan kita lihat banyak sekali di setiap gang-gang ada tempat jual togel seperti kantor kedutaan yang berjejer, ada Singapura, Australia, Sidney, Hongkong dan lain-lain, oleh sebab untuk mengatasi ini, maka semua lini harus ada kerjasama," ujarnya.
Lanjut dia, jangan dengan aktivitas tersebut membuat para tamu Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara bertanya-tanya.
Baca juga: 19 Kabupaten di Papua Masuk Daftar Kinerja Rendah: Cek Daerah Anda
"Jangan sampai tamu kita dari luar melihat kok banyak sekali kantor kedutaan disini, baru tidak tanggung-tanggung lagi, di gang-gang ada," katanya.
Sihar berharap agar seluruh aktivitas tersebut ditertibkan oleh pihak keamanan.
"Harapan kita juga buat masyarakat resah, mari kita semua memberi dukungan dengan cara masing-masing untuk menjaga ketertiban di Kabupaten Jayapura," tambah dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/hentikan-judi-toge.jpg)