Info Jayapura

Inilah Agenda Kunjungan Masyarakat Adat Barmani ke Pemkab Jayapura

Kami dengar dari saudara yang tinggal di Jayapura bahwa Kabupaten Jayapura telah terbentuk kampung adat yang didukung bupati

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PENUH KEKELUARGAAN – Suasana santai dan penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan masyarakat Adat Barmani Kabupaten Biak Numfor ke Kabupaten Jayapura untuk melihat pelaksanaan teknis pembentukkan Kampung Adat, Senin (1/8/2022). 

Lappran Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Ketua Dewan Adat Barmani, Thonny Kapisa menyatakan menjadi suatu kebangkitan di mana rakyat berjuang untuk mempertahankan hak dasar sebagai masyarakat adat.

Kunjungan Dewan Adat Barmani diterima oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro. Kunjungan itu bermaksud mempelajari aturan teknis pelaksanaan pembentukkan Kampung Adat.

BPNB Papua Ajak Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura Gali Potensi Budaya

Kapisa mengatakan kunjungan tersebut akan berlanjut ke Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan pemerintah Provinsi Papua terkait Perdasi dan Perdasus yang ditetapkan di dalam otonomi khusus sehingga menjadi aturan untuk pemerintahan adat.

Dari 19 kampung definitif, ada tujuh kampung adat yang telah terbentuk, lanjut dia, belum ada penyaluran dana otonomi khusus yang diterima dalam pemanfaatannya oleh masyarakat adat Barmani selama 20 tahun.

Masyarakat Adat Wate Hibahkan Lahan 75 hektare Untuk Kantor Gubernur Papua Tengah

"Kami belum merasakan dan mendapat perhatian yang layak dari pemerintah selama ini," ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Gunung Merah, Distrik Sentani Kota, Senin (1/8/2022).

Sebelumnya, di Biak pada 2019 lalu, masyarakat adat Barmani melakukan konsolidasi untuk melakukan pemilihan kepala suku atau keret yang dipilih ditingkat kampung dari 54 keret di 7 kampung asli yang berada di wilayah adat Barmani.

Barmani berada pada Distrik Yendidori, Kabupaten Byak Numfor dengan jumlah penduduknya sekitar 10.034 dengan 2039 kepala keluarga.

Persiapan Panitia Menuju Kongres Masyarakat Adat Nusantara Semakin Matang

Pada 29 Agustus 2021 dilakukan upacara pelantikan pengukuhan terhadap Mananwir Keret dan Ketua Adat Kampung dan Badan Penguris Pemerintahan Adat Barmani.

Hingga 22-26 Maret 2021 terlaksana konferensi besar pertama di wilayah adat Barmani yang dilakukann di Samber memutuskan program kerja, hukum adat, bentuk struktur dan penetapan, disebut dengan 30 Tahun Kerja Barmani.

Struktur pemerintahannya kemudian terbentuk yaitu Badan Pengurus Pemerintahan, Kepala Bidang, Staff Ahli, Pemeriksa Keuangan, dan Peradilan Adat.

Mahasiswa Jayawijaya Tolak DOB Pegunungan Tengah, Alius Himan: Masyarakat Adat Bisa Punah

Kelengkapan didalamnya dibentuk suatu lembaga untuk menghimpun tiga tungku yaitu gereja, pemerintah, dan adat, yaitu Forum Koordinasi Integrasi Sinkronisasi dan Simplikasi (Forkis).

Sementara itu, program kerja yang telah dibuat belum ada dasar hukum. Pihaknya kemudian bertemu dengan pemerintah daerah Byak Numfor terkait petunjuk teknik pelaksanaan kampung adat namun hingga saat ini belum terkonfirmasi.

Bupati Jayapura Diminta Segera Cabut Izin PT PNM, Masyarakat Adat Grime Nawa: Kembalikan Tanah Kami!

"Kami dengar dari saudara yang tinggal di Jayapura bahwa Kabupaten Jayapura telah terbentuk kampung adat yang didukung oleh bupati," ujarnya di 

Kedatangan tersebut merupakan aspirasi murni dari perjuangan tujuh suku masyarakat adat Barmani yaitu, Suku Yabes, Yendidori, Impendi, Ursu, Padua, Samber, dan Waroi. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved