Pendidikan di Papua
SMK Harapan Awida Timika Gandeng PT UT Buka Papua Bright Program Priotitaskan Siswa dari Tujuh Suku
Program ini sengaja dibentuk untuk membantu pemerintah mengurangi pengangguran khususnya orang asli Papua
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
“Kalau persentasenya 60 persen di Teknik Alat Berat dan Kendaraan Ringan. Sisanya di jurusan lain,” ungkapnya.
Baca juga: Forum Honorer Kabupaten Mimika Minta Advokasi ke LBH Papua: Mereka Juga Digaji di Bawah UMK
Sekolah yang beroperasi sejak Tahun Ajaran 1990/2000 ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yakni PT UT, PT Trakindo, dan PT Sanggar Sarana Baja.
“Jadi anak-anak kami saat praketek lapanagan sesui dengan kerja sama SMK Harapan, dan biasanya kalau selama praktik dinilai bagus saat lulus langsung dipanggil kerja,” ucap Sam.
Baca juga: Wabup Mimika, Johannes Rettob Apresisasi Program YPMAK Kembangkan Kampung Sehat
Ia menambahkan tenaga pendidikan di SMK Harapan hampir semuanya memiliki latar belakang disiplin ilmu sesuai empat jurusan, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan maksimal.
“Lulusan dari SMK Harapan ada yang lanjut kuliah banyak yang terserap di dunia kerja termasuk di lingkungan PT Freeport Indonesia,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sam-gobay-new.jpg)