Sabtu, 16 Mei 2026

Pendidikan di Papua

SMK Harapan Awida Timika Gandeng PT UT Buka Papua Bright Program Priotitaskan Siswa dari Tujuh Suku

Program ini sengaja dibentuk untuk membantu pemerintah mengurangi pengangguran khususnya orang asli Papua

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PROGRAM UNGGULAN - Kepala Sekolah SMK Harapan Awida Timika, Sam Gobay menggandeng PT United Tractor (UT) Site Freeport membuka Papua Bright Program sejak Juni 2022. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - SMK Harapan Awida Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua bekerjasama dengan PT United Tractor (UT) Site Freeport membuka Papua Bright Program sejak Juni 2022.

Tahapan seleksi dilakukan pada Juli lalu dan hasilnya sudah diumumkan. Dari 250 siswa yang mengikuti seleksi, hanya diterima 40 peserta yang nantinya mengikuti pendidikan dan pelatihan dibidang mekanik alat berat.

Harapan Wabup Mimika, Johannes Rettob Usai Lantik Pengurus GMKI: Harus Tunjukan Integritas

40 orang tersebut semuanya laki-laki kini sudah melewati tes wawancara, tertulis dan kesehatan.

Selanjutanya, pada Jumat (5/8/2022) besok akan dilakukan pembukaan program pendidikan dan pelatihan di Kuala Kencana.

Diketahui 40 siswa tersebut, sebanyak 95 persen merupakan anak dari tujuh suku di Mimika dan 5 persen dari daerah lain di Provinsi Papua.

YPMAK Berikan KIS kepada 16.293 Warga dari Tujuh Suku di Kabupaten Mimika

"Nanti 20 siswa ikut kelas di Jayapura dan 20 siswa lainnya ikut kelas di Timika,” ungkap Kepala Sekolah SMK Harapan Awida Timika, Sam Gobay kepada Tribun-Papua.com, Kamis (4/8/2022) di Timika.

Dirinya telah memastikan bahwa 40 siswa yang menempuh pendidikan dan pelatihan selama enam bulan dipastikan diterima bekerja di PT UT Site Freeport.

Lebih lanjut Sam mengatakan, Papua Bright Program tidak hanya dibuka untuk lulusan dari SMK Harapan tapi lulusan SMA dan SMK manapun.

Wabup Mimika, Johannes Rettob Sebut KKJB Berkontribusi Bangun Perekonomian

“Dari sekolah mana saja boleh ikut tes hanya saja batas usia makasimal 22 tahun,” ujarnya.

Masih menurut Sam, program ini untuk membantu mengurangi pengangguran khususnya orang asli Papua.

Dan pada tahun ajaran baru 2022 ini SMK Harapan menerima 160 siswa-siswi sesuai kapasitas ruang kelas.

Harapan Wabup Mimika Terkait MTQ Ke-29 Papua: Kafilah Harumkan Nama Mimika

“Yang daftar hampir 200 orang tapi kita di sini melalui tes dan diterima hanya 160 orang,” bebernya.

SMK Harapan memiliki empat jurusan yakni teknik kendaraan ringan, teknik alat berat, welder atau pengelasan, dan teknik komputer jaringan.

Jurusan yang paling diminati di tajun ajaran baru 2022 ini adalah teknik alat berat dan teknik kendaraan ringan.

“Kalau persentasenya 60 persen di Teknik Alat Berat dan Kendaraan Ringan. Sisanya di jurusan lain,” ungkapnya.

Baca juga: Forum Honorer Kabupaten Mimika Minta Advokasi ke LBH Papua: Mereka Juga Digaji di Bawah UMK

Sekolah yang beroperasi sejak Tahun Ajaran 1990/2000 ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yakni PT UT, PT Trakindo, dan PT Sanggar Sarana Baja.

“Jadi anak-anak kami saat praketek lapanagan sesui dengan kerja sama SMK Harapan, dan biasanya kalau selama praktik dinilai bagus saat lulus langsung dipanggil kerja,” ucap Sam.

Baca juga: Wabup Mimika, Johannes Rettob Apresisasi Program YPMAK Kembangkan Kampung Sehat

Ia menambahkan tenaga pendidikan di SMK Harapan hampir semuanya memiliki latar belakang disiplin ilmu sesuai empat jurusan, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan maksimal.

“Lulusan dari SMK Harapan ada yang lanjut kuliah banyak yang terserap di dunia kerja termasuk di lingkungan PT Freeport Indonesia,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved