KKB Papua

Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga Masuk DPO, Diduga Beri Rp 100 Juta Guna Membeli Amunisi untuk KKB

Dua aparat kampung di Kabupaten Nduga, Papua, masuk DPO karena diduga terlibat dalam kasus pembelian amunisi untuk KKB.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani - DDireskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan dua aparat kampung di Kabupaten Nduga, Papua, masuk DPO karena diduga terlibat dalam kasus pembelian amunisi untuk KKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dua aparat kampung di Kabupaten Nduga, Papua, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus pembelian amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan bahwa kedua aparat kampung itu dicurigai menjadi donatur untuk oknum ASN Nduga berinisial AN yang akhirnya tertangkap membawa satu pucuk senjata api dan 615 butir amunisi.

Senjata dan amunisi yang dibawa AN itu diduga bakal diberikan ke KKB.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua berhasil mengungkap jumlah uang yang dibawa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AN untuk transaksi amunisi. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, oknum ASN Kabupaten Nduga, Papua, itu membawa uang sebesar Rp450 juta.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua berhasil mengungkap jumlah uang yang dibawa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AN untuk transaksi amunisi. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, oknum ASN Kabupaten Nduga, Papua, itu membawa uang sebesar Rp450 juta. (Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina)

Baca juga: Kepala Kampung Jadi Donatur KKB Papua, Pakai Dana Desa Rp 150 Juta untuk Biayai Pembelian Amunisi

"Yang pertama inisialnya A, dia merupakan seorang Sekretaris Desa sedangkan yang satu lagi inisial GK merupakan Kepala Kampung," ujar Faizal di Jayapura, Jumat (12/8/2022).

Sebelum A dan GK masuk DPO, Polda Papua telah menangkap Kepala Kampung Wusi Terius Labi yang diduga memberikan uang kepada AN senilai Rp 150 juta.

Untuk A dan GK, Faizal menyebut mereka memberikan uang kepada AN dalam jumlah yang sama.

"Masing-masing kasih Rp 100 juta ke AN," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, personel Polres Yalimo menangkap seorang oknum ASN Kabupaten Nduga berinisial AN, di Distrik Elelim, karena membawa 615 butir amunisi, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Pengamat Sebut Gabungnya Pecatan TNI dengan KKB Dapat Timbulkan Bahaya: Bisa Tahu Titik Lemah Aparat

Penangkapan AN bermula dari pantauan aparat yang melihat gerak-gerik AN yang mencurigakan saat sedang mengendarai kendaraan roda dua.

Setelah dicegat dan digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yaitu senjata rakitan AFN dan sejumlah amunisi 615 butir.

Kemudian pada 2 Juli 2022, polisi menangkap T di Jayapura yang diduga menjual 160 butir amunisi kepada AN.

Setelah itu, Pomdam XVII/Cenderawasih mengamankan Kopda BI dan Koptu TJR karena diduga terlibat kasus tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Diduga Terlibat Pembelian Amunisi untuk KKB, 2 Aparat Kampung di Nduga Masuk DPO

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved