HUT ke 77 Kemerdekaan RI

Momen HUT RI, 416 Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura Terima Remisi

pemerintah memberikan remisi kepada 168.916 orang narapidana terdiri dari Remisi Umum I (pengurangan sebagian)  sebanyak 166.191 orang.

Tribun-Papua.com/ Putri
Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Rabu (17/8/2022) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Penyerahan remisi atau pengurangan masa pidana bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jayapura sebanyak 416 orang dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77.

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasona Laoly mengatakan pemerintah memberikan remisi kepada 168.916 orang narapidana terdiri dari Remisi Umum I (pengurangan sebagian)  sebanyak 166.191 orang.

Baca juga: Giri Wijayantoro Abadikan Momen Terkahir Jadi Inspektur Upacara HUT RI di Kabupaten Jayapura

Sedangkan Remisi Umum II dimana setelah mendapatkan remisi ini dinyatakan langsung bebas adalah sebanyak 2.725 orang.

Selama masa pandemi Covid-19, lanjutnya, Kementrian Hukum dan HAM telah mengeluarkan sebanyak 145.945 orang dengan program asimilasi di rumah dan 49.809 orang untuk program integarasi.

Baca juga: HUT RI, 168 Ribu Napi se-Indonesia Terima Remisi Umum, Yasonna: Saya Ucapkan Selamat

Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kata Giri Wijayantoro sebagai kepala daerah jangan melihat sesuatu yang buruk kemudian menjudstifikasi.

Tetapi dapat menjadi introspeksi diri agar dapat melakukan hal baik untuk pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Narkotika Jayapura, Samaludin Bogra menjelaskan Remisi Umum I dan II pada tahun ini, warga binaannya tidak mendapat Remisi Umum II, sehingga tidak ada warga yang langsung dibebaskan.

"Untuk lapas Narkotika besaran remisi tahun pertama 1 dan 2 bulan. Remisi tahun kedua 3 bulan, tahun berikutnya 4 dan 5 bulan, paling besar 6 bulan hingga yang bersangkutan bebas," ujarnya di Lapas II A Narkotika Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibu, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Upacara HUT ke 77 RI, Momentum Bersatu Untuk Pembangunan Papua

Lanjut Bogra terkait dengan pencabutan Peraturan Pemerintah 99 Pasal 34 yang memberatkan warga binaan telah dicabut.

"Tahun lalu mendapatkan remisi, salah satu syarat Justice Collborator (seorang saksi pelaku yang memberikan informasi signifikan tentang sebuah perkara) yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian atau kejaksaan telah dihapus sehingga tahun ini ada peningkatan,"katanya.

Sementara itu, jumlah warga binaan di  Lapas Narkotika sebanyak 601 orang telah melewati kapasitas hunian, dimana seharusnya hanya 308 warga binaan.

Baca juga: Upacara 17 Agustus di Kabupaten Mimika Berlangsung Meriah

"Kami siap menampung karena lapas tidak bisa menolak tahanan pengadilan, sementara tahanan kejaksaan dan kepolisian itu ada Polsek atau Polres. Sehingga ada sebagian yang di Polda yang ada di Polresta, Polres Keerom, Polres Jayapura, dan Badan Narkotika Provinsi,"katanya.

Menurutnya dengan adanya 23 kamar di Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura, di dalamnya saat ini telah menampung 15-20 orang sehingga tidak lagi ideal. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved