Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke VI

Saat KMAN, Masyarakat Adat Kampung Babrongko Tampilkan Hutan Cenderawasih ke Jokowi

Ramses menyebut juga bakal mengajak tamu-tamu negara lainnya seperti para menteri ataupun para Gubernur yang nantinya hadir saat KMAN.

Tribun-Papua.com/ Calvin
Suasana di Kampung Babrongko, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Yo Ondofolo (Kepala suku) Kampung Babrongko, Ramses Wally mengatakan masyarakatnya bakal menyediakan hutan burung Cendrawasih untuk Presiden Jokowi menikmati tampak dan kicauan burung cendrawasih pada saat pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) pada Oktober 2022 mendatang. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA –  Masyarakat adat Kampung Babrongko, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua bakal menunjukan hutan burung Cenderawasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) pada 24-30 Oktober 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Yo Ondofolo (Kepala suku) Kampung Babrongko, Rames Wally kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (6/9/2022).

"Kami saat ini punya hutan burung Cendrawasih, dan hutan ini akan ditujukan kepada Presiden Jokowi saat membuka Kongres Masyarakat Adat nanti," kata Ramses.

Dikatakannya, di saat momen pembukaan Kongres Masyarakat adat, masyarakatnya akan mengajak Presiden Jokowi agar dapat menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke lokasi tersebut.

"Kita akan ajak bapak Presiden untuk melihat dan menikmati secara langsung kicauan burung Cendrawasih di hutan adat kami," jelasnya.

Baca juga: Sambut Peserta KMAN VI di Kampung Kayo Pulau Jayapura, 15 Rumah Warga dan 2 Dapur Umum Disiapkan

Selain Presiden Jokowi, Ramses menyebut juga bakal mengajak tamu-tamu negara lainnya seperti para menteri ataupun para Gubernur yang nantinya hadir dalam Kongres Masyarakat Adat.

Selain itu, menurut Ramses, masyarakat juga tengah menyediakan 1 bibit sagu terbaik untuk Presiden Jokowi.

"Jadi selain menikmati burung Cendrawasih di hutan adat, kita juga ada sediakan 1 bibit sagu dengan lahan untuk bapak Presiden melakukan penanaman sagu," ujarnya.

Alasan mereka menyediakan bibit sagu sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan di Indonesia.

"Kami sediakan bibit sagu karena, dengan sagu kami masyarakat adat masih ada hingga saat ini, maka itu kami sediakan kepada Bapak Presiden sebagai lambang bahwa kami masyarakat Indonesia tidak pernah kekurangan pangan seperti negara-negara lain yang ada di dunia," pungkasnya.

Baca juga: Kampung Enggros Jayapura Sediakan 17 Rumah untuk Hunian Peserta KMAN

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved