Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

KPK Pertimbangkan Beri Izin Lukas Enembe untuk Berobat ke Singapura, Ini Syaratnya

KPK mempertimbangkan permintaan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe agar kliennya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di Singapura.

Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Gubernur Papua, Lukas Enembe - KPK mempertimbangkan permintaan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe agar kliennya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di Singapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan permintaan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe agar kliennya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di Singapura.

Namun, KPK memiliki syarat yang harus dipenuhi Lukas Enembe terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menanggapi kehadiran tim kuasa hukum Lukas Enembe bersama dengan dokter pribadi Enembe, Athonius Mote dan Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (23/9/2022) sore.

Baca juga: Minta Jokowi Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Pengacara Singgung Situasi di Papua

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Diketahui, mereka datang ke KPK untuk menyampaikan informasi ketidakhadiran Lukas Enembe pada pemeriksaan yang telah dijadwalkan pada Senin (26/9/2022).

Ali Fikri mengatakan, KPK bakal mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan di luar negeri setelah Lukas Enembe melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di Jakarta di bawah pengawasan KPK.

"Keinginan tersangka untuk berobat ke Singapura, kami pertimbangkan. Namun, tentu kami juga harus pastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka lebih dahulu ketika ia sudah sampai di Jakarta," kata Ali, Sabtu (24/9/2022).

"Oleh karenanya, KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan pada 26 September 2022 di Gedung Merah Putih KPK sesuai yang KPK telah sampaikan secara patut," ujarnya lagi.

Baca juga: Sebut Banyak Korupsi, Mahfud MD: Di Era Lukas Enembe Dana Otsus Rp 500 Triliun Tak Jadi Apa-apa

Ali Fikri juga menegaskan bahwa ketidakhadiran tersangka harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis.

"Alasan ketidakhadiran tersangka karena kesehatan tentu juga harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis supaya kami dapat analisis lebih lanjut," ujar Ali Fikri.

Ia juga menegaskan bahwa KPK telah memiliki tenaga medis khusus untuk melakukan pemeriksaan baik terhadap saksi ataupun tersangka yang dipanggil KPK.

"Tidak hanya kali ini, sebagaimana diketahui KPK sebelumnya juga beberapa kali memberikan kesempatan dan penyediaan fasilitas kesehatan bagi saksi maupun tersangka pada perkara-perkara lainnya," kata Ali.

"Sekali lagi, karena KPK memahami bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia," ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Pengacara Sebut Lukas Enembe Didiagnosa Alami Kebocoran Ginjal dan Harus Dirawat di Singapura

Sebelumnya, Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menjelaskan, kedatangannya ke KPK membawa juru bicara dan dokter pribadi Enembe dilakukan untuk meyakinkan Pimpinan KPK terkait kondisi terakhir kliennya di Papua.

Ia berharap KPK bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap Enembe dengan memperhatikan kondisi kesehatan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved