ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kongres Masyarakat Adat

Sukses Gelar 2 Sarasehan KMAN VI Papua di Enggros dan Kayo Pulau, Evert: Pemkot Jayapura Bisa 

Hingga penutupan sarasehan hari kedua pada Rabu, 26 Oktober 2022 berjalan lancar dan sukses di Kampung Enggros dan Tahima Soroma Kayo Pulau

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
KMAN VI PAPUA - Ketua Panitia Lokal KMAN VI Papua di Kota Jayapura, Evert Merauje saat diwawancarai Tribun-Papua.com dan mengatakan soal sarasehan hari kedua KMAN VI Papua sukses dan lancar digelar di Kota Jayapura, Papua, Kamis (27/10/2022).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Setelah sukses menggelar 2 sarasehan Kongres ke-VI Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) di Kampung Enggros dan Kayo Pulau, menandakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bisa dan mampu. 

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Lokal KMAN VI Papua di Kota Jayapura, Evert Merauje kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Kamis (27/10/2022). 

Baca juga: Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan Sebut Sarasehan KMAN VI Papua di Kayo Pulau Termegah

"Kami menyampaikan untuk semua yang secara langsung dan tidak langsung memberikan dukungan, terimakasih banyak," ucap Evert. 

Lelaki yang juga menjabat Asisten I Setda Kota Jayapura tersebut, mengatakan hingga penutupan sarasehan hari kedua pada Rabu, 26 Oktober 2022 berjalan lancar dan sukses di Kampung Enggros dan Tahima Soroma Kayo Pulau. 

"Untuk sarasehan hari pertama di Kampung Enggros ada sekira total 250 orang, hari kedua sekitar 200 orang, dan itu di luar panitia serta tim pendukung lainnya," sebut pembaca setia portal Tribun-Papua.com tersebut.

Sementara untuk di Kampung Kayo Pulau, total peserta sarasehan KMAN VI Papua hari pertama berjumlah 215 orang, dan pada hari kedua berjumlah 175 orang. 

Baca juga: Pemkot Jayapura Sediakan Transportasi Peserta Kongres Masyarakat Adat ke Enggros dan Kayo Pulau

"Materi hari pertama tentang marjinalisasi, depopulasi san hari kedua soal pengakuan dan perlindungan warisan budaya," sebutnya. 

Ia mengatakan, melalui momen sarasehan hari kedua tersebut, pihaknya menyimpulkan masyarakat adat se-Nusantara ingin menyampaikan pesan bahwa keberadaan atau eksistensinya masih ada hingga kini. 

"Kita orang ada, kami masih ada hingga kini, dan yang perlu diingat masyarakat adat ada sebelum negara ini ada," tandasnya. 

Baca juga: Persiapan KMAN VI di Kampung Kayo Pulau 90 Persen, Evert Meraudje: Kota Jayapura Mantap Sambut Tamu

Serta melalui sarasehan yang diadakan selama 2 hari di Kota Jayapura tersebut, Evert mengatakan poin pentingnya ialah meminta negara harus mengakui warisan budaya masyarakat adat. 

"Contohnya misal suku-suku di daerah sekira IKN, kemudian di Sumba, Tobelo dan sebagainya semua meminta hak yang sama terkait tanah adat masyarakat adat," ujarnya. 

Baca juga: KPK Kayo Pulau Pastikan Pelayanan Kesehatan Terjangkau saat KMAN

Pada umumnya, Evert melihat isu-isu yang dibawa dalam sarasehan sama saja, mulai dari marjinalisasi maka harapannya dapat didorong supaya menjadi isu nasional.

Sekadar diketahui, sarasehan KMAN VI di Kota Jayapura dipusatkan pada Kampung Enggros, Distrik Abepura dan Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan selama 2 hari berturut-turut mulai Selasa, 25 Oktober hingga Rabu, 27 Oktober 2022. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved