Kongres Masyarakat Adat
Profil Erasmus Cahyadi asal Flores, Bakal Calon Sekjen AMAN, Punya Background Peneliti dan Penulis
Pengalamannya sebagai seorang peneliti cukup panjang, dimulai pada 2005 menjadi anggota peneliti
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Lalu sejak 2011 hingga saat ini, ia juga dipercayakan sebagai pembicara pada beberapa Konsultasi RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat, Kebijakan Pertanahan, Kehutanan, baik yang dilaksanakan oleh institusi-institusi negara maupun organisasi masyarakat sipil.
Tak mau berpuas diri, Erasmus sejak 2014 sampai saat ini, masih menjadi pembicara dalam seminar, lokakarya untuk berbagai tema-tema masyaramat adat.
Mulai dari pengakuan dan perlindungan hukum terhadap Masyarakat Adat, tema pertanahan, hukum adat, lingkungan hidup, hak asasi manusia, yang diselenggarakan oleh institusi-institusi negara.
Baik eksekutif maupun legislatif, lembaga-lembaga internasional, lembaga-lembaga pendidikan, dan organisasi-organisasi masyarakat sipil.
Tribun-Papua.com berkesempatan mewawancari Erasmus, pada Sabtu (29/10/2022), dan ia mengatakan kesiapan menjadi Sekjen AMAN.
"Siap dan harus bertanggung jawab untuk amanah apabila terpilih, tetapi tentu semua yang maju sebagai calon ada profil-profil terbaik dari berbagai daerah yang diusung," jawabnya singkat.
Sekadar diketahui, dalam rangkaian rapat KMAN VI Papua di Stadion Barnabas Youwe memasuki babak akhir. Dalam sesi pertama, sidang pleno membahas soal pembahasan atau pengesahan AD/ADT AMAN, program kerja AMAN 2022 hingga 2027, resolusi dan rekomendasi KMAN VI Papua, serta maklumat KMAN VI Papua.
Lalu akan dilanjutkan dengan pleno pembahasan tata tertib pengurus besar AMAN, yaitu pemilihan dan penetapan Damannas, calon sekjen AMAN, visi dan misi calon sekjen AMAN, dan pemilihan sekjen AMAN. (*)