Kongres Masyarakat Adat
Profil Eustobio Rero Renggi, Pria Asal Ende NTT Jadi Salah Satu Calon Sekjen AMAN yang Diunggulkan
Eustobio telah bergabung terlibat aktif dalam Lingkar Studi Mahasiswa Reformasi Jogja. Kemudian pada tahun 2003 hingga 2004
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Ia menyadari semua calon Sekjen AMAN memiliki kelebihan masing-masing dalam kinerja masing-masing, mampu berkolaborasi, bersinergi untuk memperkuat kapasitas di dalam gerakan masyarakat adat nusantara.
"Secara khusus untuk organisasi AMAN dan perangkat-perangkat organisasi adat di dalam AMAN," sambungnya.
Baca juga: Pemilihan Sekjen AMAN Digelar Hari Ini di Jayapura, Berikut 10 Calon Pimpinan Periode 2022-2027
Melalui momentum KMAN VI, ia mengharapkan semua pihak memiliki bagiannya masing-masing untuk memperkuat masyarakat adat.
"Intinya, dalam proses musyawarah mufakat dan deliberasi ini yang terpilih sebagai Sekjen AMAN, pertama ialah mampu memastikan dan menjalankan seluruh mandat yang dihasilkan dari KMAN VI ini," ucapnya.
Baik dari sisi garis-garis besar programatik, maklumat, panduan yang menjadi pegangan hidup masyarakat adat nusantara dan mampu mengimplementasikan perintah-perintah yang ada di dalam anggaran dasar sesuai hasil pleno komisi organisasi.
"Kita percaya kepada Tuhan yang maha kuasa, leluhur masyarakat adat nusantara untuk mampu mengutus sosok terbaik sebagai pimpinan," tutupnya.
Baca juga: Perempuan AMAN Akan Terus Teriak hingga Pemerintah Sahkan RUU Perlindungan Masyarakat Adat
Sekadar diketahui, dalam rangkaian rapat KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe memasuki babak akhir.
Dalam sesi pertama, sidang pleno membahas soal pembahasan atau pengesahan AD/ADT AMAN, program kerja AMAN 2022 hingga 2027, resolusi dan rekomendasi KMAN VI, serta maklumat KMAN VI.
Lalu setelah istirahat, akan dilanjutkan dengan pleno pembahasan tata tertib pengurus besar AMAN, yaitu pemilihan dan penetapan Damannas, calon sekjen AMAN, visi dan misi calon sekjen AMAN, dan pemilihan sekjen AMAN. (*)