Info Papua Selatan
Jadi Penglima Perang PDI-P Papua Selatan, Ini Langkah Politik Elisa Kambu di Pemilu 2024
Ditunjuk sebagai panglima perang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Papua Selatan, Bupati Asmat Elisa Kambu angkat suara.
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Ditunjuk sebagai panglima perang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Papua Selatan, Bupati Asmat Elisa Kambu angkat suara.
Menurut bupati dua periode tersebut, pihaknya bakal berjuang untuk memenangkan partai berlangang Banteng Moncong Putih tersebut di Bumi Anim Ha.
“Saya sebagai kader partai, pastinya bakal berjuang untuk kemenangan partai khususnya di Papua Selatan,” kata Elisa Kambu menjawab pertanyaan Tribun-Papua.com, Jumat (18/11/2022) malam.
Baca juga: Apolo Safanpo Disambut Bupati dan Tokoh Masyarakat di Merauke
Disinggung apakah dirinya bakal maju sebagai bakal calon Gubernur Papua Selatan, Elisa mengaku dirinya belum punya pemikiran ke arah tersebut.
“Belum, saya belum berpikir ke sana, tapi intinya bahwa saya bekerja untuk partai dalam memenangkan Pemilu di 2024 meda9tang,” tukasnya.
Namun, apabila masyarakat di Bumi Anim Ha menginginkan untuk dicalonkan, lagi-lagi Elisa mengaku belum dipikirkan.
“Masih tetap seperti saat ini. Masih jauh itu, saya masih fokus di Asmat untuk meninggalkan hal baik di sana. Saya berharap, sebelum masa jabatan berakhir, RS Asmat sudah bisa selesai dan melayani segala kebutuhan masyarakat di sama soal pelayanan kesehatan,” katanya.
Dikatakan, PDIP memiliki kader Orang Asli Papua (OAP) di Papua Selatan. Bahkan, kader OAP perempuan PDIP cukup banyak.
"Kita punya kader anggota DPRD, semua OAP. Jangan hanya lihat Merauke, karena Merauke penduduk bukan OAP 80 persen. Tidak bisa kita jadikan Merauke sebagai ukuran men-justice semua daerah Papua Selatan," jelasnya.
Baca juga: SOSOK Apolo Safanpo di Mata Fauzun Nihayah: Dia Orang Tepat Pimpin Papua Selatan!
"Asmat banyak kader, ada perempuan 4 orang dan tempat-tempat lainnya juga. Tentu kami prioritaskan rekrutmen caleg putera-puteri orang asli Papua," imbuh Elisa Kambu.
Dia menjelaskan, PDI-P menjadi pelopor dengan memberikan 30 persen kursi untuk perempuan.
Namun tak dipungkiri, PDI-P juga memberikan kesempatan kepada kader non OAP atau putera-puteri Indonesia di Papua Selatan.
"Tanggung jawab partai untuk merekrut OAP itu sudah pasti. Kami juga akan melihat keseimbangan antara OAP dan non OAP," rincinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/19112022-Elisa_Kambu-1.jpg)