Info YPMAK

PTFI, YPMAK, dan Pemerintah Kembangkan Pendidikan Serta Kesehatan di Kampung Nayaro

Kamoro merupakan satu dari dua suku utama fokus program pemberdayaan masyarakat PTFI salah satunya melalui YPMAK.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Pengawas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelolah dana kemitraan PT Freeport Indonesia melaksanakan kunjungan kerja ke kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada, Rabu (23/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Pengawas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelolah dana kemitraan PT Freeport Indonesia melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada, Rabu (23/11/2022).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin pengawas YPMAK terkait pengawasan terhadap mitra-mitra kerja sama YPMAK secara khusus di bidang pendidikan melalui Divisi Pendidikan, yaitu kerja sama dengan Yayasan Yuamako yang menangani pendidikan anak-anak tingkat SD di Kampung Nayaro.

Kampung Nayaro sendiri adalah satu di antara kampung dimana mayoritas warganya berasal dari suku Kamoro.

Baca juga: Pesan Wadir Monev YPMAK saat Tinjau Pokja Kampung Mupuruka, Distrik Mimika Barat Tengah

Kamoro merupakan satu dari dua suku utama fokus program pemberdayaan masyarakat PTFI salah satunya melalui YPMAK.

Vice President Community Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum ditemui usai kegiatan mengungkapkan sejumlah hal menjadi catatan bersama PTFI dan YPMAK dalam kunjungan ke Kampung Nayaro.

 

 

Secara fisik kata Nathan, bangunan SD dan empat rumah guru yang dibangun oleh PTFI melalui program Rekondisi memenuhi standar namun perlu ada renovasi.

Kendala air bersih, kata Nathan juga dialami oleh para petugas kesehatan yang bertugas di klinik Nayaro.

Selain itu, Nathan juga menyoroti terkait keaktifan siswa di SD Inpres Nayaro yang dinilainya sangat minim.

Hal ini terbukti dengan kehadiran sekitar 30-an siswa dari total 134 siswa pada saat pihaknya dan tim mengunjungi langsung SD Inpres Nayaro.

"Menurut informasi dari para guru bahwa sebelumnya ada program rumah transit yang mana menyediakan sarapan pagi dan makan siang bagi siswa-siswi dan berjalan selama satu pekan. Hal ini cukup mempengaruhi kehadiran siswa di sekolah namun program ini sudah tidak berjalan. Ini yang kami pikirkan bersama solusinya,” kata Nathan.

Baca juga: Tak Kenal Waktu, Tim Monev YPMAK Datangi Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah Bahas Pokja

Menurut Nathan, ketidakaktifan siswa lantaran kebanyakan dari mereka ikut orangtua ke Kota Timika untuk berjualan dan atau mengikuti orangtua ke dusun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved