Senin, 20 April 2026

Pemilu 2024

Nasdem Tegaskan Koalisi Perubahan Bisa Gagal Terbentuk jika Hal Ini Terjadi

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengungkap kemungkinan Koalisi Perubahan gagal dibentuk.

Tribunnews.com/istimewa
Wakil Ketua Umum DPP Nasdem Ahmad Ali dalam rangkaian rapat konsolidasi Partai NasDem se-Provinsi Kepulauan Riau, Senin (16/12/2019) malam - Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengungkap kemungkinan Koalisi Perubahan gagal dibentuk. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Partai Nasdem buka suara soal wacana pembentukan Koalisi Perubahan yang diinisiasi dengan PKS dan Demokrat.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengungkap ada kemungkinan bahwa Koalisi Perubahan gagal dibentuk.

Hal itu, kata Ali, bisa terjadi jika ada partai yang merasa lebih penting dari partai lainnya.

Baca juga: Buka Pintu jika Jenderal Andika Perkasa Ingin Gabung Partainya, Nasdem: Ada Tempat Spesial

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022).
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/7/2022). (Tribunnews.com/istimewa)

"Jadi, saya tegaskan bahwa koalisi ini bisa tidak terjadi, kalau kemudian ada partai yang merasa dirinya lebih penting dari partai lain. Harus setara," kata Ali saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/1/2023).

Mantan Ketua Fraksi Nasdem di DPR itu mengungkapkan bahwa partai yang ingin membangun koalisi harus mengedepankan prinsip kesetaraan.

Dalam hal ini, masing-masing partai tidak boleh saling memaksakan kehendak serta terkesan mengunci dukungan. 

Seperti diketahui, Koalisi ini sebelumnya sepakat untuk mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dicalonkan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Sebut Ada yang Tak Ingin Koalisi Demokrat-Nasdem-PKS Terbentuk, AHY: Ada Upaya agar Itu Tak Terjadi

Namun hingga kini belum ada nama cawapres yang dipastikan mendampingi Anies.

Demokrat sendiri ingin mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pendamping Anies.

Sementara PKS, ingin mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai pendampingnya.

Adapun Nasdem berharap agar pendamping Anies bukan dari kalangan parpol. Sejurus dengan itu, nama mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa digadang-gadang mendampingi Anies

"Jadi, tidak boleh ada saling mengunci. Jadi kita mau membangun koalisi bersama sama," ujarnya.

"Tapi bisa juga koalisi ini tidak terjadi, kalau kemudian ada yang memaksakan keinginannya," tambah dia.

Baca juga: Legowo jika AHY Tak Bisa Jadi Cawapres Anies, Demokrat: Tapi Harus Ada Alasan Realistis dan Faktual

Kendati demikian, Ali mengutarakan bahwa sejauh ini penyusunan Koalisi Perubahan sudah sampai tahap finalisasi.

Artinya, kata dia, kemungkinan terjadinya koalisi ini sudah di atas 90 persen. Akan tetapi, Ali belum bisa memastikan kapan koalisi ini dideklarasikan.

"Tapi, menunggu waktu yang pas kemudian juga memfinalisasi-kan beberapa poin yang sedang dilaksanakan," pungkasnya.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Nasdem Ungkap Kemungkinan Koalisi Perubahan Gagal Dibentuk: Kalau Ada Partai yang Merasa Lebih Penting

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved