KKB Papua

Mata Rantai Senjata ke KKB Harus Diputus, Yan Mandenas: Tangkap Aktor Utamanya!

Aparat TNI-Polri juga harus bisa membongkar aktor utamanya selaku penyedia dana atau anggaran untuk membeli senjata api tersebut.

Editor: Roy Ratumakin
Media Officer Persipura
Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Penangkapan sejumlah warga Papua yang hendak menyuplai senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diapresiasi anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, Yan Mandenas.

Namun, selain menangkap para penyuplai tersebut, aparat TNI-Polri juga harus bisa membongkar aktor utamanya selaku penyedia dana atau anggaran untuk membeli senjata api tersebut.

“Kami bakal adakan rapat dengan petinggi TNI-Polri untuk bagaimana lebih memperketat pengamanan di darat, laut, dan udara karena bakal menjadi moda transaksi barang-barang illegal tersebut,” kata Mandenas di Jayapura belum lama ini.

Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Ini Jenis 4 Senjata Laras Panjang Selundupan Oknum Mahasiswa ke KKB Papua

Mandenas pun melihat fenomena transaksi jual beli senjata api di Papua mulai tanpak terlihat.

Hal itu tercermin dari pengungkapan di Filipina dan terakhir di Boven Digoel yang di suplai dari negara Papua Nugini.

 

 

“Artinya disini kita lihat mereka mulai berani mencari suplai senjata api dan amunisi. Nah ini perlu kita sikapi. Kemampuan Intelejen yang kita miliki harus peka dengan masalah ini,” ujarnya.

Mandenas menilai, senjata api yang dijadikan oleh kelompok KKB untuk melakukan teror jumlahnya tak seberapa dibandingkan aparat TNI dan Polri yang ada di Papua.

Namun, seberapa pun yang dimiliki KKB, tentunya berdampak pada respon masyarakat yang takut terhadap eksistensi mereka.

“Jadi perlu kita mendeteksi dari mana anggaran mereka untuk membeli senjata api. Walau sudah tak rahasia umum lagi, terkadang KKB ini ditunggangi oknum untuk memuluskan keinginannya. Nah ini perlu di ungkap,” katanya.

Baca juga: Detik-detik Penangkapan 2 Simpatisan KKB di Boven Digoel, Selundupkan 4 Senjata ke Pegunungan Papua

Mandenas pun berharap, aparat TNI-Polri tidak lagi tergoda atas bujuk rayu aktor intelektual KKB untuk menjual senjata dan amunisi.

Dikatakannya, hal itu lantaran masih adanya oknum TNI-Polri yang melakukan transaksi jual beli amunisi kepada kelompok tersebut.

“Jangan lihat dari nilai ekonomisnya. Tapi berfikir lah Satu amunisi bisa menghilangkan nyawa rekannya sendiri. Nah mitigasi ini harus dilakukan dari level pimpinan. Serta pengawasan penggunaan senjata api dan amunisi perlu di perketat. Tanpa adanya amunisi seberapa banyak pun senjata KKB, pasti teror akan semakin minim,” tuturnya.

“Mari kita sama-sama menjaga Papua ini agar aman dan damai. Sehingga cita-cita mulia kita untuk membangunkan papua dan memanusiakan manusia benar-benar tercipta,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved