Jumat, 22 Mei 2026

KKB Papua

TNI-Polri Selamatkan Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Pengamat: Tindakan Cepat dan Cermat!

Menurut Khairul Fahmi, pembentukan tim operasi khusus ini tak perlu mengambil personel dari satuan tugas yang sudah kadung beroperasi di lapangan.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
ILUSTRASI - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengingatkan supaya aparat segera melakukan tindakan cepat dan cermat untuk menyelamatkan terhadap pilot Susi Air Kapten Philips Marthen. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hingga kini, tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh agama dan adat untuk melakukan upaya pembebasan terhadap pilot Susi Air yang disandera oleh KKB.

Kelompok Kriminal Bersenjata melalui juru bicaranya Sebby Sambom mengatakan, Egianus Kogoya dan kelompoknya saat ini menyandera pilot Susi Air Philips Marthen berkebangsaan Selandia Baru.

Menanggapi soal penyanderaan tersebut, Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengingatkan supaya aparat segera melakukan tindakan cepat dan cermat untuk menyelamatkan para sandera.

Baca juga: Tak Ada Negosiasi Sandera Pilot Susi Air oleh KKB Papua, Mahfud MD: Berantas Gerakan Penentang NKRI

Menurutnya, dalam upaya evakuasi ini, TNI perlu membentuk operasi khusus pembebasan sandera.

Hal ini seperti Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma yang membebaskan peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1996.

Menurutnya, pembentukan tim operasi khusus ini tak perlu mengambil personel dari satuan tugas yang sudah kadung beroperasi di lapangan.

Hal ini dilakukan supaya mereka tetap fokus menjalankan skema operasinya.

Dalam tim ini, Fahmi menilai Yudo perlu melibatkan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI, sebuah satuan yang berintikan pasukan elite dari tiga matra, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. 

"Lebih baik membentuk operasi khusus pembebasan sandera. Koopsus TNI bisa dipakai sekaligus untuk unjuk kemampuan, bisa diperankan, ini menunjukkan ditangani secara khusus," tegas Fahmi kepada Kompas.com, Rabu (8/2/2023).

Baca juga: Egianus Kogoya: Pilot Susi Air Tidak akan Dilepas Hingga Papua Merdeka

Damai Cartenz Dikerahkan

Markas Besar Polri telah bereaksi atas peristiwa penyanderaan ini. Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Tim Operasi Damai Cartenz telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap para sandera.

"Terkait dengan perkembangan dari pilot dan penumpang yang diamankan oleh KKB, saat ini memang sedang dalam pencarian," ujar Sigit di Istana Merdeka, Jakarta Selasa kemarin.

Jenderal bintang empat ini memastikan hasil operasi ini akan disampaikan kepada masyarakat.

"Kami tim gabungan saat ini sedang melakukan operasi pencarian. Untuk hasilnya akan kita infokan," tambahnya.

Baca juga: Sosok Egianus Kogoya Serta Perbedaan OPM dan KKB Papua

Sebagai informasi, Tim Operasi Damai Cartenz merupakan satuan yang berintikan aparat Polri dan TNI yang beroperasi di Papua.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved