Kerusuhan di Wamena
BERTAMBAH Korban Tewas Kerusuhan Wamena Jadi 10 Orang, Ini Kata Theo Hesegem
Terkait bertambahnya jumlah korban tewas, Hesegem menilai ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat keamanan dalam mengatasi kerusuhan.
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem mengungkapkan, korban tewas akibat kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan bertambang menjadi 10 orang.
Hal ini dikatakan Hesegen setelah dirinya mengecek langsung di rumah sakit setempat.
Terkait bertambahnya jumlah korban tewas, Hesegem menilai ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat keamanan dalam mengatasi kerusuhan yang terjadi.
Baca juga: Ini Situasi Terkini di Sinakma Wamena Pasca-kerusuhan
"Ada dugaan pelanggaran HAM, karena yang korban ini semua mengalami korban tembak," kata Hesegem kepada Tribun-Papua.com, Jumat (23/2/2023) di Wamena.
Menurut Hesegem, dirinya belum bisa memastikan ada unsur pelanggaran HAM atau tidak, karena yang mempunya kewenangan soal hal tersebut adalah Komnas HAM.
"Kalau soal penikaman dan pembunuhan warga sipil itu masuk dalam kasus kriminal, ini bisa masuk dalam dugaan pelanggaran HAM karena penggunaan senjata api,” tukasnya.
Kata Hesegem, dalam menggunakan alat Negara dalam hal ini senjata api, tentunya ada protap yang harus diikuti.
"Cuma yang tewas ini kan di (tembakan) di kepala, di leher. Inikan terukur yang dilakukan oleh aparat," ungkapnya.
Hesegem mengatakan, untuk jumlah data korban yang sementara di rumah sakit yaitu sebanyak 17 orang alami luka berat maupun luka ringan, sedangkan yang meninggal sebanyak 10 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23022023-polres_jayawijaya.jpg)