Rabu, 22 April 2026

Mata Lokal Memilih

Berlabuh di NasDem, Ini Target Maria Fransisca Tambingon di Pemilu 2024

Dengan semangat yang dimilikinya, Maria optimis bakal meraih suara terbanyak untuk merebut kursi DPR Papua di Pemilu 2024 nanti.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Maria Fransisca Tambingon. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berlabuh di Partai Nasional Demokrat (NasDem), Maria Fransisca Tambingon siap bertarung merebut kursi DPR Provinsi Papua, Jumat (24/2/2023).

Kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Maria mengatakan, dia memilih terjun ke dunia politik karena tergerak hatinya untuk membangun Papua, terutama dari sektor ekonomi.

"Hal ini sangat penting, maka itu saya tergerak untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif," kata Maria.

Baca juga: Maria Fransisca Tambingon, Darah Papua Pemeran Film Boven Digoel

Kata wanita berdarah Biak Numfor itu, dia mencalonkan diri dari daerah pemilihan (Dapil) 7.

"Saya maju dari Dapil 7, wilayah Biak Numfor dan Supiori untuk DPR Papua," katanya.

Dengan semangat yang dimilikinya, Maria optimis bakal meraih suara terbanyak untuk merebut kursi DPR Papua di Pemilu 2024 nanti.

Sekadar diketahui, Maria Fransisca Tambingon adalah mantan Puteri Indonesia perwakilan Papua 2014 lalu.

Dengan perjuangannya yang panjang, Maria berhasil masuk Top 10 Puteri Indonesia 2014.

Setelah mengikuti ajang bergengsi itu, Maria pun beralih profesi sebagai pengusaha peternak ayam petelur di Jayapura, dan sukses.

Wanita kelahiran 11 Oktober 1995 itu, menceritakan, awal mulanya dia menekuni bisnisnya dari menjual telur ayam ke pedalaman Papua.

Baca juga: Hadiri Peresmian Kantor DPW NasDem Papua Selatan, Roberth Rouw: Jangan Dijadikan Museum!

Selang waktu berjalan, dia melihat bahwa usaha tersebut cukup menjanjikan, sebab menurutnya, usaha tersebut merupakan salah satu bahan pokok yang tidak bisa dihindari dan sangat dibutuhkan.

Dari situlah dia yakin untuk menekuni ternak ayam bertelur, dan berhasil membangun kandang peternakan ayam petelur di Koya Timur dengan jumlah ayam 1.000 ekor, dan Moso sebanyak 2.000 ekor.

Dengan jumlah yang ada, total produksi telur yang dia dapatkan per hari bisa mencapai 85 sampai 90 persen dari jumlah ayam yang ada.

Ditanya soal pemasaran, Maria menuturkan ia menjual ke pedalaman Papua dan Kota Jayapura.

"Saya sebagai tangan pertama, jadi pedagang partai besar maupun kecil biasanya langsung datang dan membeli," ucap Maria.

Baca juga: Kantor DPW Partai NasDem Papua Selatan Diresmikan, Romanus Mbaraka: Mari Jaga Persaudaraan!

Meski berparas cantik dan bertitel Puteri Indonesia Papua, dia tak pernah canggung untuk terus melihat ayam-ayamnya di kandang.

"Saya ke kandang dengan pakaian sederhana. Namanya juga usaha, jadi segala sesuatu termasuk memeriksa ayam, kemudian mengambil telur ya saya jalani," kata Maria.

Wanita yang pernah tampil dalam Film Boven Digoel itu menegaskan, sebagai anak muda, bukan saatnya untuk berleha-leha.

Tetapi harus memiliki produktivitas dengan menekuni bisnis sesuai passion atau kegemaran masing-masing.

"Awal menjalani bisnis ini juga banyak tantangan, saya yakin dan yang terpenting berani mencoba dan ambil risiko, lebih pasti lagi karena kita sudah tahu pasarnya ada," tambahnya.

Wanita murah senyum itu mengatakan, Bisnis ayam petelur, telah Maria jalani memasuki tahun kedua.

Nanun dengan membanjirnya telur dari luar Papua diakuinya menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.

"Tantangan terberat adalah ketika stok telur dari luar Papua yang notabennya bukan telur lokal masuk dan dijual dengan harga murah. Akibatnya kami petelur lokal mau tidak mau harus banting harga juga," sesalnya.

Selain itu, dikatakannya sejak BBM dan kebutuhan lainnya naik, pakan atau makanan ternak juga ikut naik.

Baca juga: Partai NasDem Optimistis Anies Baswedan Bakal Memenangkan Pemilu 2024 di Kota Jayapura

Meskipun demikian, Maria mengungkapkan minat pembeli telur ayam lokal saat ini sangat tinggi, sebab telur lokal yang sudah mulai susah didapat.

"Kami setiap hari saat telur masuk dari kandang, langsung habis," senangnya.

Dari usaha yang ditekuninya dengan penuh konsistensi itu, Maria kini telah dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang tua, dan sanak keluarga serta menuju kebebasan finansial yang tentu menjadi dambaan setiap orang.

Dalam kesempatan itu, Maria mengajak anak muda khususnya generasi Papua agar turunkan gengsi dan tinggikan niat karena kesuksesan ada di depan mata masing-masing orang.

"Tinggal siapa yang mampu menangkap peluang, dan konsisten mewujudkannya," pesannya sebagai penutup. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved