Info YPMAK
YPMAK dan Dinkes Lakukan Riset Faskes di Mimika
Kerja bersama itu diharapkan dapat menjadi landasan peningkatan derajat kesehatan warga Mimika ke depan.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
"Hasil rapid survey ini dilakukan sejak tahun 2021, sebagai dasar perencanaan untuk kami di divisi kesehatan YPMAK, untuk melakukan pelayanan kesehatan terutama program kesehatan masyarakat di beberapa wilayah. Kami fokus di tujuh distrik,” ujarnya.
Menurutnya, pemaparan hasil turun lapangan rembukan itu bukan bermaksud untuk menyudutkan beberapa puskesmas, tapi sebagai gambaran untuk peningkatan yang dapat dilakukan ke depan.
Tak lupa Hengky mengucapkan terima kasihnya kepada Dinas Kesehatan Mimika yang telah memfasilitasi kegiatan survey itu, sekaligus dengan berjalannya Program Kampung Sehat YPMAK di kampung-kampung sasaran.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Kadis Kesehatan karena telah memfasilitasi dan tim Divisi Kesehatan YPMAK telah menyebarkan hampir 35 staf Program Kampung Sehat di wilayah kerja koordinasi dengan Puskesmas dan Pustu seperti di Jita, Mimika Timur Jauh, Agimuga dan Mimika Tengah, dan di Mimika Barat kami ada di Kampung Aparuka sampai ke Potowayburu,” jelasnya.
Hengky menambahkan, dokumen pelaporan itu merupakan "potret" milik bersama, sehingga baik Dinkes Mimika maupun YPMAK dan para pemangku kepentingan bidang kesehatan lainnya di Mimika dapat mengetahui support mana yang hendak dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga Mimika.
"Besar harapan kami ada integrasi, kolaborasi dan sharing melalui program, maupun dari sisi anggaran untuk tahun ini maupun untuk beberapa tahun ke depan. Demi warga Mimika sehat,” tandasnya.
Sementara dr Anrian Pratama Pah menarik kesimpulan bahwa akses dan fasilitas kesehatan di seluruh tempat yang dikunjungi, rata-rata belum memadai, jika mengacu pada standart ketenagaan Puskesmas dan Permenkes 43 tahun 2029 dan rerata nasional riset fasilitas kesehatan.
Terjadi kekurangan SDM, meskipun terlihat semuanya ada, misalnya tenaga dokter gigi. Segala kekurangan tersebut berdampak langsung pada kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Ia memandang perlunya untuk meningkatkan program kemitraan pemerintah dan swasta sehingga permasalahan kesehatan di Mimika bisa diminimalisir dengan lebih optimal, lewat kerja bersama.
"Mimika tanah yang penuh berkat. Dengan partnership lebih erat lagi kita bisa bantu, meski pun tidak diselesaikan secara keseluruhan tapi bisa meminimalkan masalah ini, untuk konteks kesehatan masyarakat di Mimika.” (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/03032023-ypmak.jpg)