Info Mimika
2.235 Penderita TBC di Mimika Papua Berhasil Terobati
Pada 2022 berhasil melakukan pemeriksaan TBC kepada 12 ribu orang, di situ merupakan pencapaian pemeriksaan orang tertinggi
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar peringatan Hari Tuberkulosis se-dunia tahun 2023 di Hotel Horison Ultima di Jalan Hasanuddin Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Di Kabupaten Mimika sendiri masih sangat banyak penyakit menular TBC dan yang hadir dengan berbagai variasi.
Baca juga: Berkaca pada Pandemi Covid-19, Upaya Penanggulangan TBC Harus Ditingkatkan
Adapun program TBC digalang pada peringatan Tuberkulosis kali ini bertujuan untuk eliminasi di tahun 2030 hingga turun 65 per 100 ribu penduduk.
"Jadi pogram TBC ada tujuan dengan eliminasi di tahun 2030 maka selama 6 tahun ke depan angka TBC harus m 65 per 100 ribu penduduk. Dan angka kematian 6 per 100 ribu penduduk," kata Kepala Seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin kepada Tribun-Papua.com di Timika.
Dikatakan, angka TBC di Mimika dua kali lipat dari angka nasional, dengan kejadian TBC sebesar 700 per 100 ribu penduduk dan dalam upaya penurunan menjadi 65 per 100 ribu penduduk.
"Ini pekerjaan berat, di mana pada 2022 berhasil melakukan pemeriksaan TBC kepada 12 ribu orang, di situ merupakan pencapaian pemeriksaan orang tertinggi sepanjang tahun 2014 sampai 2022," ujarnya.
Diketahui di Kabupaten Mimika sendiri tercatat 2.235 orang telah terobati sepanjang tahun 2022.
Sementara itu Penjabat Sekda Mimika, Petrus Yumte mengatakan, TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan tetapi tanggung jawab semua sektor dan individu.
Baca juga: Yayasan Stop TB : Waspada TBC Laten, Tidak Bergejala Bisa Muncul Kapanpun
Momentum peringatan Hari TB se-dunia diharapkan mendorong dan meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan TBC.
Lebih lanjut, Kabupaten Mimika merupakan salah satu tempat TBC tertinggi di mana penyakit TBC telah berkembang di masyarakat.
Hampir semua fasilitas kesehatan baik di kota, distrik, dan kampung di temukan penyakit ini. Angka keberhasilan pengobatan kita baru mencapai 76 persen dan belum mencapai angka diharapkan yaitu 90 persen dan angka putus pengobatan juga masih tinggi.
Baca juga: Tahun ini, Kemenkes Agendakan Skrining TBC Besar-besaran
"Ini menunjukan kepada kita bahwa, program penanggulangan TBC di Kabupaten Mimika masih perlu mendapat dukungan dari semua pihak," katanya.
Menurut Petrus, ada beberapa hal perlu dilakukan guna meningkatkan pelayanan TBC dan percepatan eliminasi TBC di Mimika yakni perlunya komitmen pelaksana pelayanan, pengambil kebijakan, pendanaan untuk operasional, bahan serta sarana prasarana.
Selanjutya, keterlibatan lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan TBC untuk memastikan masyarakat dapat mengakses layanan TBC di daerah terpencil, lokasi permukiman padat seperti asrama, barak dan lapas atau rutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Hari-TBC-di-Mimika.jpg)