ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Kapuspen TNI Sebut Sejumlah Anggota TPNPB-OPM Tewas Pasca-kontak Tembak di Nduga

Julius menduga, beberapa anggota KKB atau TPNPB-OPM tewas saat terlibat kontak tembak dengan tim Satgas di Nduga.

|
Editor: Roy Ratumakin
Tangkap Layar Puspen TNI
Kepala Pusat Penerangan atau Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono menggelar konferensi pers di Cilangkap, Minggu (16/4/2023) untuk menjelaskan kondisi yang terjadi di Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pasca-kontak tembak TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan lalu dikabarkan ada anggota KKB yang tewas.

Hal ini dikatakan Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (23/4/2023).

Julius menduga, beberapa anggota KKB atau TPNPB-OPM tewas saat terlibat kontak tembak dengan tim Satgas di Nduga.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ini Kondisi Terkini Pilot Susi Air Setelah 3 Bulan Disandera KKB

"Dari mereka (TPNPB-OPM) pasti ada yang mati, tetapi mereka tidak menyebutkan," kata Julius dikutip dari instagram poskupangcom.

Hingga kini, kata Julius personel TNI di Nduga masih berupaya menyelamatkan pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens dengan status siaga tempur.

"Kita tidak lagi bisa percaya mereka (OPM). Mereka yang menyerang loh, yang mendahului (serangan) mereka bukan kita, dan sekarang kondisinya terjepit," ungkapnya.

 

 

Tak Lagi Gunakan Soft Approach ke KKB

Insiden baku tembak antara TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (15/4/2023) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan menyisakan duka mendalam bagi institusi TNI.

Bagaimana tidak, dalam insiden tersebut, sedikitnya empat prajurit TNI gugur.

Selain itu, ada beberapa prajurit mengalami luka tembak dan dievakuasi ke Timika, Papua.

Kejadian ini terjadi saat TNI berupaya mencari keberadaan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens, yang disandera oleh KST yang dipimpin Egianus Kogoya.

Baca juga: MIRIS! KKB Ajak Remaja Teribat dalam Perang Melawan Negara

Akibat insiden tersebut, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan status di Papua ditingkatkan menjadi siaga tempur.

“Dengan kondisi ini, khususnya di wilayah tertentu kita ubah menjadi operasi siaga tempur,” kata Yudo dalam rekaman konferensi pers di Timika, Papua, Selasa, (18/4/2023).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved