ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Upaya Pembebasan Pilot Susi Air

Geram Pilotnya Disandera KKB, Susi: Kalau Saya Disuruh Selamatkan Pilot, Saya Bom Semua Sendiri

Pemilik maskapai Susi Air, Sudi Pudjiastuti murka terhadap KKB yang membakar pesawat dan menyandera pilotnya, Philips Mark Methrtens.

TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui ketika menjadi pembicara pada acara Changing Lives Business And Philanthropy In Asia di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015) malam - Pemilik maskapai Susi Air, Sudi Pudjiastuti murka terhadap KKB yang membakar pesawat dan menyandera pilotnya, Philips Mark Methrtens. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sudi Pudjiastuti, pemilik maskapai Susi Air, mengungkapkan kemarahannya atas aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membakar pesawat dan menyandera pilotnya, Philips Mark Methrten.

Diketahui, Kapten Philips disandera KKB sejak 7 Februari 2023.

Susi pun semakin geram saat tahu KKB justru membunuh sejumlah personel TNI setelah sebelumnya berjanji akan bernegosiasi dalam pelepasan Philips.

Baca juga: TNI Tegaskan Operasi Pembebasan Pilot Susi Air Terus Berlanjut: Perintah Panglima Jelas, Jangan Ragu

Tampak Captain Philip Mark Mehrtens bersama KKB di Hutan Papua.
Tampak Captain Philip Mark Mehrtens bersama KKB di Hutan Papua. (istimewa)

Hal itu  disampaikan Susi ketika berkomunikasi dengan aktivis sekaligus pendeta di Papua, Karel Phil Erari.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itupun mempertanyakan apa dosa dan salahnya kepada masyarakat Papua sampai-sampai KKB membakar pesawat dan menculik pilotnya.

Kepada Karel Phil, Susi menceritakan bahwa dirinya sudah 20 tahun menyediakan pesawat untuk membantu kebutuhan masyarakat Papua.

Bahkan, maskapainya setiap harinya terbang 70-90 kali ke gunung-gunung dengan membawa makanan hingga berbagai macam obat-obatan untuk masyarakat Papua.

Selain itu, dirinya juga mengaku acap kali memberikan obat-obatan, bahkan mencuci luka langung masyarakat Papua.

Baca juga: 965 Personel TNI-Polri Diterjunkan ke Sejumlah Titik untuk Bebaskan Pilot Susi Air, Ini Kata Kapolri

Hal ini seperti yang dilakukannya kepada masyarakat di Mamit, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara, Papua.

"Apa dosa saya? Apa salah saya? Saya marah sekali setelah tahu mereka bunuh juga pasukan TNI yang juga tidak mau ngapa-ngapain. Pasukan TNI itu dipersiapkan untuk mengevakuasi (Philips) kalau jadi diserahkan," kata Susi, dikutip dalam rekaman percakapan atas seizinnya, Sabtu (6/5/2023).

"Sudah hampir 20 tahun terbang di Papua, saya bantu masyarakat, tolong tanya di Mamit, saya kasih obat-obatan, tangan saya cuci luka orang-orang anak-anak Papua. Saya marah," ujar Susi.

Susi menyatakan, apabila keputusan pembebasan Philips ada pada dirinya, ia ingin menyelamatkan Philips dengan membom KKB langsung.

"Kalau saya suruh menyelamatkan pilot saya sendiri, saya akan minta bom sama TNI, saya bom semua sendiri, saya marah," tegas Susi.

Susi mengakui bahwa selama ini dirinya mencari makan di Papua.

Baca juga: Panglima TNI Sebut Siaga Tempur di Daerah Rawan KKB Bukan Operasi Militer: Jangan Dipelesetkan

Akan tetapi, ia mempertanyakan kejahatan apa yang telah diperbuatnya untuk masyarakat Papua sehingga KKB membakar pesawat dan menculik pilotnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved