ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Papua Barat

Kapendam Kasuari Ungkap Hal Mengejutkan soal Pembacokan Letkol Inf Tamami oleh Prajurit Rindam XVIII

video viral yang menggambarkan seorang perwira TNI sedang berbicara dan menyinggung perasaan Praka RDB sama sekali tidak ada kaitan dengan pembacokan.

|
Tribun-Papua.com/istimewa
RASISME - Perwira TNI korban pembacokan saat memimpin apel di Rindam (21/10) pagi. (Tangkapan layar video perwira TNI yang viral ) 

"Persoalan pemalakan dan bayar denda kepada warga ini kan sudah diselesaikankan oleh Danrindam, namun diungkit ulang oleh Dansatdik Secata Letkol T saat apel."

"Praka DRB tidak terima dijadikan contoh negatif saat apel," kata Syawaludin Abuhasan.

Setelah apel, Praka DRB semakin merasa sakit hati dan terjadilah pembacokan terhadap atasanya yaitu, Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari, Letkol Inf Tamami.

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy.
Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy. ((Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun))

Tokoh Papua Beraksi Keras

Ucapan Letkol Tamami terhadap Praka DRB dikecam keras oleh tokoh masyarakat Papua.

Tokoh Papua, Yan Christian Warinussy yang juga Direktur LP3BH Manokwari, meminta Panglima TNI dan Pangdam Kasuari segera menindak tegas Komandan Secata Rindam XVIII/Kasuari, Letkol Inf Tamami atas ucapannya terhadap prajurit asli Papua tersebut.

"Kami minta panglima TNI dan Pangdam XVIII Kasuari jangan sampai melindungi pelaku rasisme, perbuatan pembacokan itu terjadi karena ada sebab, adanya pernyataan rasis," kata Yan Cristian Warinussy, dilansir Kompas.com, Rabu (25/10/2023).

Menurutnya, tindakan Praka RDB terhadap komandannya adalah sebagai reaksi atas ucapan rasisme.

Praka DRB tak terima ucapan korban terhadap dirinya saat apel personel.

Korban saat memberikan pengarahan mengeluarkan ucapan rasisme dengan simbolik hewan.

Warinussy juga mengutuk keras pernyataan perwira TNI AD tersebut. 

Warinussy mengaku telah menerima laporan keluarga seorang prajurit TNI kepada Rindam XVIII Kasuari di Momi Waren, Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Laporan tersebut disampaikan pada Selasa (24/10) tentang adanya sikap, perilaku dan pernyataan bernada rasial yang diduga keras telah dilakukan seorang oknum perwira TNI Rindam XVIII Kasuari terhadap seorang prajuritnya.

"Pernyataan dengan kata-kata antara lain tidak pantas itu juga disertai kata lain bernada rasial sehingga mengakibatkan prajurit TNI yang dikatakan monyet tersebut melakukan penganiayaan terhadap salah satu komandannya tersebut hingga terluka," katanya.

"Dengan hormat kami mohon agar oknum perwira TNI AD tersebut juga diperiksa dan dikenai sanksi tegas menurut hukum."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved