Kamis, 9 April 2026

Info YPMAK

YPMAK Bakal Serahkan Aset Pendidikan ke Keuskupan Timika

Aset yang hendak diserahkan adalah Asrama Bintang Kejora di Kaokonau, Asrama Solus Papuli di SP 3 dan Guest House di Agimuga.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Foto bersama pengurus YPMAK dan pihak Keuskupan Timika dalam rangka membahas penyerahan aset pendidikan, Rabu (29/11/2023) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PFTI) menggelar rapat pembahasan penyerahan aset dengan Keuskupan Timika.

Pertemuan tersebut berlangsung di lantai 2 kantor YPMAK, Jalan Yos Sudarso, Selasa (28/11/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Notaris YPMAK, Santi Br Kaban mengatakan, aset yang hendak diserahkan adalah Asrama Bintang Kejora di Kaokonau, Asrama Solus Papuli di SP 3 dan Guest House di Agimuga.

Penyerahan aset ini merupakan keputusan dari dulu sejak masa transisi Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) ke YPMAK. 

Baca juga: 116 Usaha Orang Asli Papua Difasilitasi Kredit oleh YPMAK: Dapat Pendampingan dari PIBI Bandung

Lantaran dinilai pengurusan aset akan menjadi kendala saat masih di bawah nama pribadi pimpinan LPMAK pada masing-masing masanya.

Dari LPMAK aset-aset dihibahkan ke YPMAK dan selanjutnya aset tertentu dilepaskan kepada lembaga bersangkutan. 

Lanjutnya ada beberapa lokasi yang akan diserahkan ke Keuskupan yaitu asrama solus populi SP3, asrama bintang kejora Kokonau, asrama putra-putri, kemudian GUset House Agimuga yang selama ini dikelola keuskupan. 

"Ini menindak-lanjuti keputusan Tim transisi (LPMAK-YPMAK) di tahun 2029,” ujar Santi Br Kaban.

Sementara itu dari pihak Keuskupan Timika, Pastor Yustinus Rahaniar mempertanyakan keberlanjutan program pendidikan yang selama ini menjadi program bersama Keuskupan dan YPMAK, bahkan sudah ada sejak dari masa LPMAK.

“Perlu ada MoU baru, supaya ada kepastian untuk (keberlanjutan) kerja sama dengan YPMAK. Menjadi tanggung jawab kami terhadap orang tua murid,” sebutnya.

Menjawab kekhawatiran itu, Sekretaris YPMAK, Johana Saidui, memastikan program pendidikan kerja sama dengan Keuskupan Timika berjalan sebagaimana biasanya. 

Yang berubah hanya kepemilikan aset yang dihibahkan dari YPMAK ke pengelola program.

“Komitmen YPMAK, program pendidikan pasti akan terus jalan, jadi tidak akan berhenti. Karena ini sudah merupakan program Divisi Pendidikan YPMAK. Ini komitmen YPMAK dan PTFI untuk adik-adik Amungme Kamoro,” terangnya.

Baca juga: Jadi Perserta Kredit Bantuan Usaha YPMAK, Ini yang Dilakukan Paskalina Kudiai

Kelanjutan dari pertemuan ini, ke depannya YPMAK, Keuskupan Timika dan Freport akan meninjau langsung keberadaan aset-aset dimaksud, dan selanjutnya dibuat penghibahan aset-aset pendidikan dimaksud.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Direktur Grant Making, Yohan Wambrau, dan asisten, Soter Potowapia, perwakilan PTFI, Lita Karubaba dan Harold Waker, dari pihak Keuskupan Timika Pastor Silfester Bobii, dan Max W. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved