Pemilu 2024
Bawaslu Papua: Pemilu Sukses, Tanggung Jawab Semua Pihak
kata Yofrey Piryamta, tahapan Pemilu rawan sekali dengan berita bohong atau hoaks, dan disinformasi yang menyebabkan konflik di masyarakat.
Penulis: Joice Rumkorem | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Joice Rumkorem
TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA – Deklarasi Pemilu Ceria 2024 yang dilakukan gelar oleh Cipayung Plus di Taman Yos Sudarso Imbi, Jayapura mendapat apresiasi dari Bawaslu Papua.
“Kegiatan yang dilakukan Cipayung Plus yang berkolaborasi dengan BEM yang ada di Kota Jayapura merupakan bentuk tanggung jawab pemuda dalam mensukseskan Pemilu 2024,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Papua, Yofrey Piryamta N Kebelen, Jumat (2/12/2023).
Baca juga: Dukung Pemilu 2024, Cipayung Plus dan BEM Deklarasi Pemilu Ceria di Tanah Papua
Kata Yofrey Piryamta, pihaknya mengalami banyak kendala dalam hal pengawasan jalannya tahapan Pemilu.
Untuk itu, kata Yofrey Piryamta, Bawaslu Papua sangat membutuhkan keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Cipayung Plus untuk memantau dan membantu menyampaikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kota Jayapura.
“Kita dihadapkan dengan era digital, yang informasinya semua orang bisa dapat. Kalau tidak pandai mengolah informasi dengan baik, bakal menciptakan sumber konflik dimasyarakat,” ujarnya.
Kata Yofrey Piryamta, dinamika tersebut diperlukan keterlibatan orang muda untuk memberikan advokasi kepada masyarakat dalam memberikan informasi untuk mensukseskan Pemilu.
Bawaslu sendiri, katanya, tidak menutup diri bagi organisasi kepemudaan yang ingin terlibat dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu.
Baca juga: Masyarakat sebagai Pengawas Partisipatif, Begini Cara Adukan Pelanggaran Pemilu ke Bawaslu
“Tidak hanya organisasi kepemudaan, tetapi seluruh elemen masyarakat juga ikut terlibat dalam hal memberikan informasi yang benar dan mencegah informasi hoaks yang dapat merugikan banyak pihak,” tukasnya.
“Dalam tahapan kampanye, kebutuhan informasi yang cukup itu kita agak kesulitan. Kita semua paling tidak bersinergi memberikan informasi ke semua orang yang benar dan baik,” sambungnya.
Lanjutnya, tahapan Pemilu rawan sekali dengan berita bohong atau hoaks, dan disinformasi yang menyebabkan konflik di masyarakat.
“Harapan kami (Bawaslu), giat ini menjadi suatu momen bagi teman-teman membantu memberikan informasi kepada masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/02122023-Yofrey_Piryamta_N_Kebelen.jpg)